[Binnale Jogja X 2009] Jogja Jamming (in memoriam) @TamanBudayaYogyakarta Snapshots

>> Maret 28, 2010

Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009


Binnale Jogja X - 2009
                              disini, di tanah ini aku mencari makan
                                       di tanah ini aku disajikan hamparan ilmu pengetahuan
                                       di tanah inipun aku menghindar dari kematian
                                       di tanah ini aku meludah dan memaki bajingan
                                       di tanah ini aku menggelinjangkan
                                       dan mengumbar libidoku

                              disini, di tanah ini aku bersenang-senang sepuas hatiku
                                       di tanah ini pula aku memperkosa dan memunafikkan kebenaran
                                       di tanah ini aku mengumpati keadilan
                                       di tanah ini aku merengek, memohon perlindungan
                                       dan menitikkan air mata
                                       di tanah ini aku gemetar, pucat, lemas
                                       dan disadarkan oleh kematian
                                       di tanah ini aku menjadi semut yang berlarian
                                       di pipa besi rel kereta api

                              disini, di tanah ini aku bersolek, berdandan
                                       dan memuja keindahan
                                       di tanah ini aku membuang kotoran, meriakkan dahak
                                       dan mengencingi mukaku
                                       di tanah ini aku berikhtiar memunguti harapan-harapan
                                       namun di tanah ini pula akulah si korban amuk massa
                                       yang sesungguhnya
                                       di tanah ini aku menuduhku sebagai pencuri
                                       yang hina dina

[Manusia Anjing, budi kustarto, 2009]



about [Binnale Jogja X 2009] Jogja Jamming click here
photo by me







Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih untuk Ninneta atas Award Kasih yang telah dianugerahkan bagi blog ini dan sekaligus ucapan maaf karena telah sekian lama baru bisa memajangnya.. :)
Award Kasih dari Ninneta



Sekaligus juga bermaksud menyelesaikan tag tentang theme blog favorit dari Ieyaz dan Clara. Untuk tugas kali ini sebenarnya saya agak kesulitan merampungkannya, karena banyak sekali dari blog teman-teman yang memiliki theme menarik. Akan tetapi karena memang sudah tuntutan tugas untuk menyelesaikannya *jiaaahh*, disini saya memilih blog milik para senior yang menurut saya memiliki theme, tampilan dan header menarik.

Mbak Enno
Blok milik Mbak Enno; suka ma header-nya yg dramatis, terutama postingannya yang selalu menakjubkan.

Apisindica
Blok milik Apis; pertama kali kenal blog ini, langsung tertarik dengan header-nya plus cara menuangkan berbagai kisah-kisah pada tiap aksaranya.

Nona Senja
Blok milik Nona Senja; setiap berkunjung kesini selalu terpesona pada header milik blogger yang sepertinya sedang menempuh studi di India ini, yaitu foto pantulan lampu di sepanjang bibir Danau Hussain Sagar, Hyderabad, India.

Ruang Sunyi Malam
Blok Ruang Sunyi Malam; sudah menikmati tiap larik sajaknya bahkan jauh sebelum blog pohon tercipta. Pada header, komposisi gambar sebuah pohon, bulan dan kata sunyi tak pelak mengilhami lahirnya blog sunyi sepi sendiri ini.

Mbak Eka
Blok milik Mbak Eka; dengan header yang cantik, blog ini memuat karya-karya ilustrasi penuh makna dengan media cat air.

Vamps
Blok milik Vamps; suka dengan header yang menggambarkan kesakralan sebuah pohon dalam dunia asing, serasi untuk menggambarkan isi blog berupa berbagai kisah mitos dunia dalam dua bahasa (Inggris & Indonesia).



Akhirnya selesai juga tugasnya. Terimakasih sekali lagi bagi Ninneta untuk award-nya serta Ieyaz dan Clara untuk tag theme favoritnya. Sukses slalu ya.. :)

Read more...

"Hai, kamu yang hilang

>> Maret 16, 2010

Hard Rain II
; bermainlah sejenak kemari"


..tiba-tiba saja dia
yang bernama kenangan
berjingkat
menyapa ingatan
pada resah
dini pagi
basah


puluhan puntung berdesakan
dengan dingin angin
menjadi nisan kematian
bagi sunyi yang
terkapar menggelepar
sekarat
ditikam
kerinduan





photo by lo3edia

Read more...

Siung Beach Snapshots

>> Maret 05, 2010

Siung Beach
Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta. Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan. Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Dengan sedikit mendaki, pemandangan yang didapat akan meninggalkan kesan tersendiri. Bahkan terdapat sebuah tempat yang tersembunyi di balik tebing-tebing, dengan hamparan rumput yang lumayan luas dan sebuah gazebo tradisional. Laut yang luas dengan bingkai tebing pun menjadi latar belakang pemandangan di sana.


Siung Beach
Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis. Saat malam atau kala sepi pengunjung, sekelompok kera ekor panjang akan turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang kini makin langka masih banyak dijumpai di pantai ini. Keberadaan kera ekor panjang ini mungkin juga menjadi salah satu alasan mengapa batu karang yang menjadi dasar penamaan dipadankan bentuknya dengan gigi kera, bukan jenis hewan lainnya.


Siung Beach
Pada jaman dahulu, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, diboyong ke Yogyakarta. Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi. Terakhir kali Asian Climbing Gathering pada tahun 2005 yang diikuti oleh 80 peserta dari 15 negara di Asia itu, menjadi salah satu bukti keindahan tebing-tebing Pantai Siung telah diakui dunia internasional.


Siung Beach
Pesona tebing karang yang ditawarkan oleh Pantai Siung inilah yang akhirnya menobatkan objek wisata Pantai Siung sebagai kawasan wisata minat khusus panjat tebing, yang diidentifikasikan secara simbolik dengan rumah panggung bernama Pondok Pemanjat, tempat khusus bagi para pemanjat yang ingin menjajal kemampuannya di sini. Kini, sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Pantai Siung, memfasilitasi penggemar olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan masih bisa ditambah, melihat adanya aturan untuk dapat meneruskan jalur yang ada dengan seijin pembuat jalur sebelumnya. Fasilitas lain juga mendukung kegiatan panjat tebing adalah ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu. Dengan berkemah, mereka juga mendapat banyak kegiatan tambahan. Mulai dari melihat sunset/sunrise, moonrise, hingga berburu gurita di malam hari dengan bantuan obor.


Siung Beach
Banyak yang mengatakan, Pantai Siung merupakan “surga” bagi pemanjat tebing. Pantai ini mememiliki gugusan karang besar yang sangat menarik untuk digunakan sebagai ajang pemacu adrenalin. Untuk mempermudah penamaan gugusan karang atau tebing, jalur biasanya disebut dengan “blok”. Istilah blok ini hanya untuk mempermudah mangklasifikasi jalur-jalur yang sudah dibuat atau dipasangi bolt hanger. Sampai saat ini, blok yang tercatat dan terdokumentasi pada kawasan Pantai Siung ada sebelas buah, yang terdiri dari Blok A hingga Blok K. Masing-masing blok memiliki ketinggian beragam, mulai dari 5 hingga 30 meter. Setiap blok memiliki lebih dari dua jalur pemanjatan. Masing-masing jalur memiliki tingkat kesulitan yang beragam pula dari grade 5.7 hingga 5.11. Setiap pengunjung yang mencoba memanjat di Pantai Siung, sudah pasti akan pulang dengan membawa kepuasan luar biasa.


Siung Beach
Ada beberapa jalur yang sangat familiar di telinga para pemanjat yang datang ke pantai ini. Pada Blok A terdapat Jalur Welcome, dengan panjang lintasan sekitar 10 meter dan memiliki lima bolt hanger yang terpasang. Jalur yang memiliki tingkat kesulitan pada grade 5.10 ini, dibuat oleh seorang pemanjat asal Jepang. Dari puncak Blok A, pemanjat akan disuguhi pemandangan pasir putih dan birunya lautan selatan, serta suara gemuruh deburan ombak yang menghantam karang. Dari Blok A agak ke dalam sedikit, tepatnya di tengah-tengah antara Blok D, E dan F akan ditemukan lapangan kecil dengan sebuah saung untuk berteduh. Sajian pemandangan laut biru, dihiasi dengan gagahnya karang-karang besar dapat membius para pengunjung yang datang ke tempat ini. Sangat cocok untuk tempat bersantai sambil mendengar deburan ombak menghantam karang. Salah satu jalur yang terkenal dan menantang untuk diselesaikan adalah Jalur Kuda Laut. Pada jalur yang sudah terpasang sembilan bolt hanger dengan panjang lintasan sekitar 30 meter ini memiliki tingkat kesulitan pada grade 5.11. Jalur Kuda Laut memiliki keindahan khas Samudera Hindia. Merupakan angle yang tepat bagi pencinta fotografi, jika mengambil gambar dari gugusan tebing yang berada di sebelah utara Blok F.



photo by me






Pada kesempatan ini, sekalian aku juga ingin memajang award dari beberapa teman.
Award pertama, 'Friendly Visitors Award' dari Clara di DuniaKura yang Pandai Bercerita. Makasih Clara, semoga sukses di interview berikutnya ya.. :)
Friendly Visitors Award dari Clara di DuniaKura yang Pandai Bercerita

Award kedua, 'The Blog Parade Award' dari Maiank dan Catatannya. Makasih maiank..
The Blog Parade Award dari Maiank dan Catatannya

Dan yang terakhir adalah menyelesaikan peer 'Tag 7 Hal Tentangku' yang dianugerahkan oleh Mbak Eka Lianawati.
1. Karena sedang tertarik dengan photography baik yg digital maupun lomo, akhir-akhir ini suka cari waktu luang untuk belajar banyak tentang hal tersebut.
2. Dari dulu suka traveling terutama sebagai 'independent traveller', karena di saat sendirian seringkali kehidupan membelajarkan sebuah kejujuran pada diri kita. Dengan traveling ketertarikan pada photography pun jadi tersalurkan.
3. Karena sangat menyukai keindahan suasana alam termasuk beberapa kegiatannya yang agak-agak menantang, maka berkeinginan untuk mendatangi beberapa taman nasional di Indonesia. Terutama treking ke Alas Purwo Banyuwangi, rafting ke Gunung Leuser Aceh, diving ke Raja Ampat Papua dan snorkling ke Gili Trawangan Lombok. Menyadarkan betapa kecilnya diri ini pada kealamiannya segala ciptaan Sang Maha.
4. Selalu ngiler sama banyak hal tentang kuliner. Penasaran dengan berbagai macam masakan yang khas dan eksotik. Terkadang bahkan memburunya hanya sekedar untuk mencoba.
5. Tidak suka kerja kantoran. Tidak mampu mungkin lebih tepatnya, hehe.. Lebih suka usaha sendiri bersama dengan beberapa teman mengkais rejeki kesana kemari. Segila apapun usaha yang dilakukan, susah senang dinikmati bersama. Wirausahawan bak seorang seniman yang harus bisa menternakkan dan mengembala mimpi setinggi matahari, untuk kemudian dipahat maupun dituangkan dalam kanvas kehidupan.
6. Outsider, selalu keluar dari pakem yang seharusnya. Tapi tidak termasuk didalamnya tentang agama. Mengajarkan untuk saling MENGHARGAI arti dari sebuah perbedaan antara satu dengan yang lainnya.
7. Final Fantasy, FINAL FANTASY dan F I N A L   F A N T A S Y !!! ^_^
Makasih Mbak Eka.. :)

Read more...
Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP