Kesahajaan Kuliner di 'Omah Ngopi'
>> Januari 24, 2010
Kata 'omah ngopi' berasal dari bahasa jawa yang artinya rumah untuk menikmati kopi. Walaupun begitu, kedai yang terletak kira-kira 800 meter sebelah kiri jalan setelah pertigaan Secang (Temanggung) ke arah Semarang ini bukan berarti hanya menyuguhkan kopi pada menunya melainkan juga menyediakan makanan nasi dengan berbagai lauk pauknya yang khas.
Untuk koordinatnya, Omah Ngopi terletak pada S 7°23'8" - E 110°15'10". Dengan mengusung suasana ndeso tempo dulu, Omah Ngopi memakai bangunan berdinding kayu dan bata merah dengan rancangan meja kursinya yang bersahaja. Letak kedai yang agak jauh dan tanah lebih tinggi dari jalan raya, sangat mendukung untuk diatur sedemikian rupa sehingga suasana sekitar mirip dengan keindahan khas pedesaan.
Menu makan yang ditawarkan adalah berupa paket prasmanan makan sekenyangnya untuk nasi & sayur. Mau makan sedikit ataupun nambah, nasi sayurnya hanya dikenai biaya Rp 7.500,- tidak termasuk minum dan lauk pauknya. Nasi yang tersedia adalah nasi putih biasa dan nasi (jawa : sego) megono.
Sayur terdiri dari tiga macam, yaitu Sayur Lodeh Terong, Sayur Lodeh Tempe Cabe Ijo dan Sayur Lodeh Melinjo. Lauk pauknya lumayan banyak, yaitu ayam goreng, tempe & tahu goreng, tempe & tahu bacem, ikan teri asin (jawa : gereh), telor goreng, dan tak lupa sambal terasi mentah yang lumayan beringas. Pengunjung dipersilahkan mengambil sendiri nasi sayur plus lauk pauk tersebut di dapur yang juga mengusung suasana tempo dulu.
Minuman yang tersedia sama seperti kedai makan kebanyakan, yaitu es teh, es jeruk dan beberapa minuman dalam botol. Untuk minuman khasnya adalah kopi klotok seharga Rp 5.000,- per cangkir dan teh tubruk yang disajikan lengkap dengan menggunakan cangkir seng lurik tempo dulu. Jika tidak ingin menyantap makanan berat, di Omah Ngopi juga tersedia 'tahu bakso' dan 'jadah goreng' khas ndeso sebagai oleh-oleh atau sekedar untuk menemani ngopi.
Suasana kedai yang diatur dengan berbagai pernak pernik tempo dulu ini dimaksudkan untuk memanjakan nostalgia pengunjung. Lengkap dengan menaruh toples unik pada tiap mejanya. Toples-toples tersebut antara lain berisi cemilan berupa jajanan 'pothil' dan 'anting' sebagai teman ngobrol. Ada juga toples yang berisi gula aren & gula batu, sekiranya pengunjung ingin menambah rasa manis pada minumannya sesuai selera. Bahkan ada toples yang berisi tembakau beserta perlengkapan 'nglinthing rokok'-nya. Semua pernak-pernik di atas meja tersebut dapat dinikmati pengunjung tanpa harus bayar alias gratis.
Nasi (jawa : sego) megono singkatnya adalah nasi yang bercampur dengan sayuran kering. Di Jawa Tengah, megono memiliki dua versi. Yaitu di daerah Pekalongan berupa cacahan nangka muda dicampur parutan kelapa muda ditambah bawang merah, bawang putih, cabai rawit, ketumbar, jintan, lengkuas, kemiri, irisan bawang merah, cabai merah besar, daun salam dan bunga kecombrang, lalu dikukus hingga matang untuk disajikan selagi hangat sebagai teman nasi. Sedangkan satunya lagi, merupakan satu-satunya megono yang tersedia di Omah Ngopi ini adalah megono khas Temanggung - Wonosobo - Magelang, yaitu nasi yang ‘akas’ atau ‘pero’ (nasi agak keras karena sengaja waktu memasak, air yang bercampur dengan beras dikurangi) dimasak lagi dengan menambahkan beberapa sayuran (bisa kubis, buncis, daun bayam/ketela/kacang panjang), sambal 'jenggot‘ (sambal yang terbuat dari parutan kelapa), teri/rese ditumbuk, salam, cabe rawit dan bumbu, untuk kemudian dihidangkan berupa nasi yang siap santap dengan sayuran didalamnya. Dengan khas perpaduan aroma nasi, sambal, sayuran dan ikan yang terasa tajam, sangat membangkitkan selera dan imajinasi. Saat manyantap, ditambah dengan ikan asin (jawa : gereh) dan kerupuk. Wuihhh, mantabh.. Benar-benar lezat.
Awal mulanya, sego megono khas Temanggung - Wonosobo - Magelang ini muncul pertama kali pada saat jaman perang kemerdekaan. Yaitu berkat keinginan para penduduk yang menderita karena kurangnya bahan makanan, tapi ingin sekali menyediakan makanan bagi para pejuang gerilya Pangeran Diponegoro dan Sentot Prawirodirjo yang sedang singgah kelelahan. Pada saat itu karena sulit mendapatkan nasi, maka cikal bakal sego megono menggunakan kerak nasi (jawa : intip garing) dan sayuran seadanya yang dimasak bersamaan agar cepat bisa memulihkan stamina para pejuang, dengan lauk hanya berupa ikan asin (jawa : gereh). Dalam perkembangannya, sego megono disajikan oleh penduduk Temanggung - Wonosobo - Magelang pada tradisi sebelum memulai panen. Yaitu pada acara selamatan dan pada saat kerja bakti atau gugur gunung.
Sayur lodeh yang tersedia di Omah Ngopi, seperti yang telah tersebut di atas, terdiri dari tiga macam. Sebagai sedikit catatan, ketiga sayur lodeh tersebut memiliki rasa pedas yang pastinya menambah selera makan. Pertama; sayur lodeh terong, seperti sayur lodeh kebanyakan tapi ditambah dengan buah terong yang dipotong kecil-kecil. Bumbu sayur lodehnya benar-benar meresap pada terong. Saat digigit, kesegaran terong bercampur dengan kuah santan lodeh menghasilkan rasa yang membangkitkan selera. Kedua; sayur lodeh tempe cabe ijo, memiliki rasa lebih pedas daripada kedua sayur lodeh yang ada Karena memiliki porsi cabe hijau dan merah yang lebih juga dibanding keduanya.
Tempe yang diris kecil bercampur dengan keruhnya kuah santan dihiasai oleh warna merah dan dominan hijau dari cabe yang tertabur di atasnya. Ketiga; sayur lodeh melinjo, menggunakan daun dan biji melinjo yang sedikit lebih banyak dibanding kedua sayur lodeh yang lain, tanpa terong dan tempe pastinya. Ketiga sayur lodeh tersebut memiliki rasa khas sayur pedesaan. Kelezatannya? Wah, sangadh dan bangeeedh.. Apalagi menikmati sayur lodeh pedas dengan lauk berupa ikan asin (jawa : gereh) plus tentu saja sambal terasi mentah, hmm.. bagaikan lupa segalanya. Saking enaknya dan karena harga yang dipatok cuma Rp 7.500,- sekenyangnya untuk nasi dan sayur, maka ehmm *malu* saat mencobanya aku (terpaksa^_^) nambah sampai empat kali (tapi nasinya dikit kok). Digilir rata, pakai sego megono, lodeh terong, lodeh tempe cabe ijo dan lodeh melinjo. *pisss*
Kopi klotok, pada dasarnya sama dengan kopi non instan (tubruk) kebanyakan. Satu yang membedakan hanyalah pada cara pengolahan saat akan disajikan. Biji kopi yang digunakan di Omah Ngopi adalah biji kopi lokal yang diolah sendiri. Kopi sehabis dipetik, kulitnya dipecah dengan menggunakan alat khusus dan dijemur atau dioven, kemudian diselep untuk mengupas kulitnya hingga jadi biji kopi. Dari biji kopi itu masih harus dimasak dulu dengan menggunakan penggorengan dari tanah liat dan kayu bakar, setelahnya baru ditumbuk untuk menjadi bubuk kopi. Kopi klotok dimasak dengan cara mencampurkan air, kopi dan gula jadi satu untuk kemudian direbus bersamaan.
Gula yang dipakai di Omah Ngopi hanya gula aren dan gula batu, pengunjung dipersilahkan untuk memilih. Bercampurnya kopi yang bersamaan dengan mendidihnya air tersebut, menyebabkan sangat terasanya butiran kopi yang ada dan menimbulkan nikmat berbeda. Dikarenakan oleh kopi adalah minuman yang memiliki rasa relatif berbeda dan sangat tergantung selera penikmatnya, bagi sebagian orang kopi klotok menimbulkan sensasi mantab dan nyaman saat menyentuh lidah dan memasuki kerongkongan, bagi sebagian yang lain berpendapat bahwa rasanya tidak kalah dengan 'black espresso', bahkan di beberapa tempat lainnya ada juga penggemar kopi klotok yang menambahkan 'liquor' tertentu untuk menikmatinya.Omah Ngopi sangat cocok sebagai tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Kesahajaan suasana ditimpal oleh lamunan, mencipta sebuah mantra sihir ampuh yang seraya bisa menghentikan waktu sejenak. Mengantar enggan untuk beranjak, sembari berbincang dan menghitung bulir-bulir angin yang lambat semilir.
photo by me
references :
http://kabarjinggan.blogspot.com
http://slametriyadi.com
http://isroi.wordpress.com
http://bumisegoro.wordpress.com
http://www.kaskus.us
http://jokolondo.multiply.com
http://iswant22.blogspot.com


















38 comments:
Uah..kuliner yg menarik.
Khas banget makanan & minumannya tempo dulu...
Btw, pohon sampe nyantumin titik ko0rdinat lokasi nya lhohh... ^__^
@fent : iya tuh.. unik, murah dan bikin kenyang.. tempatnya enak buat nyantei..
hehe.. titik koordinat biasanya aku track soalnya fent, di posting yg lain jg pasti ada kok.. apalagi di flickr, sapa tau bisa bantu temen yg berminat jalan..
makasih ya fent..
keep on smilin'.. :)
wah belom pernah tau sego megono. kepingin nyoba...
enak ya, suasananya persis rumah nenek jaman dulu. jadi bernuansa retro gitu
yang bikin tuh omah ngopi cerdas banget!
ngiler mbayanginnya...
Jadi pengen mencoba kopinya...karena aku penggemar kopi...salut sama pohon nemu aja tempat yg menarik.
wah... komplet banget nich sob infonya... jadi makin ngiler aja....
waw... suasananya bener2 menjual! bagus bgt... tp syang jauh dr bandung. kl di bandung ada tempat makan tradisional namanya nasi bancakan tp pemandangannya ga sebagus itu. hanya suasana ruangan & makanannya aja...
sip bgt! banyak2 posting tentang makanan ya, hehe ;p
siang2 baca postingannya pohon jadi laper...
jadi laper, padahal lagi diet. Godaan tiada tara nih kayaknya! :)
hmm myaomiii... sru bnget cooy....:))
diliat dari foto2nya, tempatnya nyaman bgd ya..ky makan dirumah sendiri :D
woooooooooooooow....
lapaaaaaaar...
kalo ga jalan2,ya makan2 ya...
ckckckck...sungguh mantap hidupmu itu...(hehe,so tau)
temanggung aku pernah lewatin! hiahaha, bangga mode on. maklum, ga pernah jalan jauh kek gitu XD
btw, aku ga suka lodeh meski keliatan menggiurkan. punya trauma ttg lodeh. waktu lagi LDK, dikasih makan nasi campur lodeh di bakul dan harus dimakan pake tangan rame" bareng temen. mau muntah bawaannya >.<
trus pas liat nasi segonya, aku jadi inget bilbimbab korea. hehehe, kan itu makanan juga nasi dicampur sayur gitu. hihi, tapi belom pernah makan.
waduh kayanya cozy bgt tuh
Naksir sepeda onthelnya!
Jadi laper nieh Pohon....
aku HARUS BANGET kesiniiiiii..... suka tempatnya dan kayaknya makanannya enak ya... apalagi ngopi... wah wah wah....
aku jd laper nii pohooonn :(
@mbak elsa : enak loh mbak megononya.. hooh bener mbak, jadi retro2 etnik gitu deh suasananya.. hehe.. asik kok..
makasih mbak elsa.. :)
@yunna : hehe.. jgn hanya mbayangin dong yun.. datengin aja sekalian..
makasih yunna.. :)
@mbak linda : wah, penggemar kopi juga mbak.. hehe.. mantabh..
sekali waktu kalo ada kesempatan main ke omah ngopi..
makasih utk apresiasinya mbak.. :)
@mas cahyadi : hehe.. dicoba dong mas kesini.. dari semarang nggak jauh kan?
makasih mas.. :)
@mbak rizka : nasi bancakan ya, dari nama kayaknya asik tuh.. hehe.. kapan2 mo kesana aah..
makasih mbak.. :)
@syifa : hahaha.. samaaa, sekarang aja siang2 aku baca lagi neh langsung laper juga..
makasih syifa.. :)
@apis : nah tu dia.. sama bro.. aku juga lagi diet neh padahal.. tapi nggak papa lah ya sekali2 ini.. hihihi..
makasih bro.. :)
@gaelby : bener sob, asik kok..
thanks sob.. :)
@dv : yup, bener dv..
sepertinya memang kaya gitu suasana yg mo dibikin oleh pemiliknya.. biar berkesan homy gitu lah.. hehe..
makasih dv.. :)
@minomino : hahaha.. kayaknya banyak neh yg jadi laper..
eh, kalo kita lagi jalan kan juga butuh makan mino.. benar begitu, bukan? hihihi..
makasih ya mino.. :)
@clara : hehe.. pas kemarin mudik tu kan yg nglewatin temanggungnya clar?
oOo, nggak suka lodeh ya.. duh, sayang banget.. padahal lodeh disini neh, uenak buangedh clar.. sungguh.. recomended deh.. hihi..
hmm, bilbimbab.. sepertinya dulu aku pernah nyoba deh.. kaya kimchi gitu ya clar rasanya? rada2 lupa neh.. hehe..
makasih ya clar.. :)
@azhar : yup, anda benar.. hehe..
makasih sob.. :)
@gek : hehe.. iya tuh, sepeda onthelnya juga jadi ornamen loh.. asik kan..
sama neh gek, aku juga laper.. mo cari nasi kuning lagi 'cantik'? hihihi..
makasih gek..
@ninneta : hahaha.. kesinilah ninn..
makanan ma kopi sebenarnya selera seh, tapi kalo menurutku uenak.. apalagi pas siang2 rada sore gitu kondisi laper trus makan kenyang.. dilanjutkan dgn leyeh2 sambil ngopi menikmati angin ninn.. hehe..
makasih ya.. :)
@gogo : hahaha.. banyak juga neh yg kelaperan ya..
makanlah go, kalo laper.. ntar malah jadi sakit lagi loh.. hihihi..
thanks ya go.. :)
This is why i love your reviews so much. Detilnya begitu menggiurkan heheheheh
salut,.!! ampe ada titik koordinatnya, jadi tertarik pengen kesana nih,.
@Brokoli sehat : waduh.. iya neh mbak..
mohon dimaapkan ya kalo review makanannya malah jadi menggoda mbak popi yg lagi diet.. tapi sama kok mbak, aku sendiri juga ikut tergoda.. *haiyah*
makasih mbak.. :)
@matakakiku : hehe.. sapa tau nanti ada kesempatan buat kesini kan sob..
makasih ya dah singgah & drop komen.. :)
aaaa wisata kuliner.. seruu sekalii!! btw, jd laper bsa postingannya.
wah lagi di secang ya dirimu po..
ga sekalian menyambangi sundoro sumbing..
menu omah ngopi seperti menu dapur sendiri karena seperti berada di omah sendiri..
makasih sob...blogmu juga masuk blogrollku....
Pohon...
deskripsimu yang detail bikin aku kangen...
nanti alil di ajak ke sini yaaa...
pleasee....
tempatnya jawa bangettt aaaaaa sukaaaa!!
kombinasi manis dengan kopi :)
@iLa : hehe.. hobi kuliner juga neh La? bagi2 inponya dong..
makasih iLa.. :)
@mas hari : hooh neh mas.. kebetulan pas ngga ada jadwal ke sindoro sumbing seh mas.. mungkin lain waktu.. hehe..
yup, bener mas.. seperti makan di rumah sendiri..
makasih mas hari.. :)
@Alrezamittariq : sama2 sob..
makasih juga atas apresiasinya.. :)
@alil : hehe.. menu disana mang bikin laper kok lil, apalagi aku doyan ma yg namanya lodeh.. mungkin agak berlebihan ya deskripsinya.. hihihi..
siap dong.. semoga nanti ada waktu kesini buat hunting bareng.. hehe..
makasih alil.. :)
@anyin : yup, bener nyin.. njawani banget.. hehe..
makasih anyin.. :)
nuwun sewu..
saya cuma bisa geleng-geleng. lengkap banget reviewnya. top! mulai dari jenis makanan, bumbu, sampe koordinat si omah, 'syett!
nuwun sewu, mau tak jadikan blogroll boleh ndak? saya cocok sama blog ini nampaknya.. :)
*hidup makan-makan & jalan-jalan!!! (tanda serunya tiga)
@duapuluhempatjanuari : hehe.. silakan aja sob kalo mo diblogrollkan, sebuah kehormatan bagi saya..
makasih banyak buat apresiasinya ya.. :)
weeh... kopine 5000 sak gelas?? larang Coy...
@kang sugeng : hehehe.. kalo dibandingkan ma angkringan ato warung2 kopi nggih ketingal awis to kang..
mungkin emang disini juga jual suasana jadinya harga yg dipatok mang segitu kang..
makasih.. :)
wahhh,keren bgt tempatnya pohon ^^
aku paling suka jalan atau kuliner ke tempat seperti ini,unik ya.
mungkin agak sejenis dengan kampung daun yg ada di bandung kali ya?
agak lebih mahal karena bkn makanannya saja yg dijual sekaligus suasananya yg memang dibuat sedemikian rupa.
keren mas,...jadi pengen ke sana ^^
@senja : iya senja.. tempatnya bener2 unik..
hampir sejenis lah ma kampung daun, cuma ini lebih kecil..
yup, krn suasana jg ikut dijual harga yg dibandrol pun agak lebih mahal.. semoga nanti ada kesempatan buat senja tuk mengunjunginya.. hehe..
makasih ya.. :)
saya terharu melihat rumah idamanku di sulap menjadi omah ngopi yang bersahaja trims mas pram, ingin rasanya sering nengok rumah.inal cepu, blora n pejompongan jkt
buat pohonku.....untuk pencarian titik keindahan dan kesahajaan di omah ngopi trims ya, rasa kangen pulang ke krincing terobati, ada satu lagi galeri di cepu dengan nuansa hamparan sawah kalau lewat cepu mampir ya. inal pejompongan.(zaenal Abidin)
Delicious Nutritious Recipes
accumulated depreciation accounts
Poskan Komentar