Slili Beach Snapshots

>> Desember 29, 2009

Slili Beach
Pantai Slili selalu terlihat sepi yang mungkin dikarenakan kalah pamor dengan Pantai Sundak & Krakal. Akan tetapi diantara deretan pantai dari Baron hingga Sundak, Pantai Slili lah yang terindah buatku. Dengan suasana sunyinya, pasir putih bersih, ombak yang tak terlalu keras karena terhalang oleh bukit karang dan area tidak terlalu luas, keindahannya bagaikan sebuah sorga dunia yg tersembunyi. Memang bukan sebuah laguna, namun keterasingannya menyesatkanku dalam setiap pesona.

Slili Beach
Pantai Slili sering disebut penduduk setempat dengan Watu Lawang (pintu batu) karena disana ada pulau kecil yang dibawahnya terdapat lorong menyerupai pintu. Terkadang Pantai Slili juga menjadi tempat diadakan pesta laut Sadranan atau upacara Nyadran, yang diadakan setiap tahun sekali pada hari Minggu Pahing menjelang musim tanam. Dalam acara tersebut, pantai yang biasanya sepi ini berubah penuh sesak dibanjiri oleh ratusan bahkan ribuan orang yang datang dari berbagai pelosok desa. Bekal makanan yang sebagian besar berupa ingkung ayam dan daging kambing, setelah dikendurikan kemudian disantap bersama-sama di tepi pantai, sehingga suasana pesta laut tersebut benar-benar menjadi pesta rakyat.

Slili Beach
Pada musim kemarau, Pantai Slili menjadi salah satu tujuan para petani yang menganggur dan mulai beralih mencari sumber penghasilan dengan mengandalkan surutnya air laut, karena ladang tadah hujan di wilayah tersebut tak lagi bisa ditanami hingga memasuki musim penghujan mendatang. Disebabkan tidak memiliki perahu penangkap ikan, mayoritas dari petani tersebut hanya bisa memanfaatkan surutnya air guna mencari rumput laut, udang dan kerang untuk dikonsumsi atau diperdagangkan.

Slili Beach
Di tahun 2002, Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada pernah mengadakan penelitian di tepi Pantai Slili dengan tema 'Peranan Jasad Simbiotik Terhadap Kemampuan Adaptasi Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Akasia (Acacia auriculiformis) dan Sengon (Paraserianthes falcataria) di Kawasan Pantai'. Penelitian ini diarahkan untuk mempelajari peranan jasad simbiotik terhadap kemampuan adaptasi tempat tumbuh marginal dan menentukan potensi strategis yang dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan unggulan dalam rehabilitasi pantai.

Slili Beach
Persis di samping Pantai Slili terdapat Watulawang Adventure Resort yang menyediakan beragam paket wisata, antara lain menikmati keindahan pantai dari gardu pandang kayu, berkeliling menyusuri pantai sambil memancing menggunakan perahu tempel, menjajal 'off-road' di sirkuit mini yang terletak di tepi Pantai Slili dengan kendaraan jenis jeep, plus menginap satu malam di resor yang mayoritas terbuat dari kayu. Namun harga paket wisata yang ditawarkan tersebut terbilang cukup mahal, hingga mencapai 1.000 - 1.400 dollar AS dengan kapasitas maksimal peserta 10 orang. Walaupun begitu, mungkin dikarenakan oleh paket petualangannya yang sungguh menarik, sehingga untuk mengikutinya harus mendaftar terlebih dulu.

Slili Beach
Dengan posisi membelakangi Pantai Slili, Watulawang Adventure Resort memiliki 'backyard' yang menghadap dan sangat dekat dengan pantai. Bersantai menikmati angin di atas kursi malas ditimang oleh debur suara ombak kemudian bangun dan melemparkan tubuh untuk dibelai asin air laut, menghantam khayalan kita akan sebuah rumah yang benar-benar berada di tepi pantai. Mengutip kata-kata milik gogo; 'Let's find some beautiful place to get lost'.

Slili Beach
Di salah satu sudut pantai, terlihat beberapa wisatawan mancanegara yang sedang menikmati damai kesunyian disana. Untuk pengunjung yang ingin bermalam di Pantai Slili dengan budget terjangkau, terdapat hotel/wisma melati yang bernama Puri Thalasso. Dengan letaknya persis di samping barat Watulawang Adventure Resort, Puri Thalasso mematok harga hanya 60 - 70 ribu untuk satu kamar penginapan dan 250 ribu per malamnya untuk satu bangunan villa sederhana dengan empat kamar di atas bukit karang. Sangat cucok buat kita-kita yang ingin 'backpackeran' ke sini.

Slili Beach
sekali lagi kawan..
letakkkan penat pada peluk lautan
dan debur ombak yang berkejaran
.....
cukup sekali lagi saja kawan
kita basuh lelah
dalam setiap
kalah




photo by me





Seperti biasa, ada sedikit tambahan disini. Terimakasih utk Maya atas pemberian Award Persahabatan-nya dan Mas Hartohadi yang juga telah mengoperkan Friendship Chain Award and Interesting Blog Award kepadaku.
Award Persahabatan dari Maya Sari Tanjung

Friendship Chain Award and Interesting Blog Award dari Hartohadi dot com

Read more...

Ngandong Beach Snapshots

>> Desember 27, 2009

Ngandong Beach
Sebenarnya Pantai Ngandong tidak terbentang dari mulai sebelah barat Pantai Sundak hingga Pantai Krakal. Akan tetapi hanya terbentang sampai Pantai Slili, yang berbatasan langsung dengan Pantai Krakal di sebelah timurnya. Jadi diantara Pantai Sundak & Krakal terdapat dua buah pantai yg bersebelahan, yaitu Ngandong dan Slili.

Ngandong Beach
Sebagai tempat berlabuh, di Pantai Ngandong terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjajakan kesegaran ikan hasil tangkapan sekitar 20 nelayan dari Kelompok Nelayan Ngandong Mina Lestari. Tersedia juga beberapa warung yang siap mengolah hasil tangkapan sesuai dengan selera. Dengan menyediakan dana yang tak terlalu tinggi, satu kilogram ikan campur semisal pari, tongkol, kakap dan lendra beserta dua gelas teh hangat, serta tiga porsi nasi merah dan putih sudah tersedia.

Ngandong Beach
Dengan keindahan tersendiri, selain menawarkan suasana pantai yang masih alami, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ngandong juga bisa melakukan banyak aktivitas; seperti memancing di pantai, bukit karang hingga menggunakan perahu nelayan; ataupun tracking menuju Pantai Sundak atau Pantai Slili hingga sampai Krakal; serta melihat petani dan nelayan yang mencari rumput laut di sekitar pantai.

Ngandong Beach
Di kawasan Pantai Ngandong juga terdapat sebuah resor mewah bernama Watulawang Adventure Resort. Resor yang terletak di area perbatasan antara Pantai Ngandong dan Slili ini biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari Jakarta atau mancanegara, seperti Australia, Jepang, dan Eropa. Dengan pintu masuk dari area Pantai Ngandong, resor ini memiliki bagian belakang yang terbuka langsung menuju Pantai Slili.



photo by me

Read more...

Dongeng Boneka : Aku ingin berpulang..

>> Desember 25, 2009

SaD DoLL
Boneka itu telah berkelana dari kota ke kota, melalui tawa pada setiap rumah hingga tangis rengekan bocah. Kadang di suatu tangan dia ditimang-timang sayang, tapi di genggam lain diacuhkan. Diam, tersudut dan dilupakan. Cukup banyak waktu yang dilalui mengajarkan padanya tentang perasaan serta puja kuasa manusia. Keringat orang tua yang menjelma sebagai hadiah bagi anaknya, binar lirih tanda cinta oleh kekasih, bahkan peluk erat lelap gadis kecil dalam gelap.

Boneka itu tahu banyak kapan cinta akan pergi meninggalkannya sendiri, dengan luka di sekujur tubuh untuk lalu dijahit kembali utuh dan dipungutkan busa luruh hanya agar dirinya pantas mendapat kasih sayang penuh. Betapa dia merasa terlalu renta bagi penerimaan dan penolakan. Diingat dan terabaikan. Sudah tak sanggup lagi menjadi ladang bagi benih asmara, terawat dengan canda dan air mata yang tersemaikan kemudian oleh luka. Dengan raga yang bagi manusia tampak abadi, dia selalu merindukan mati.

Boneka itu tahu banyak akan segala hal. Tak heran karena dia sering bercakap dengan matahari tentang hujan, berbincang bersama ombak pada ratap lautan dan menyanyikan angin yang mendambakan awan. Dalam segala lelah pada akhir perjalanan, sampailah dia pada dedaunan yang mempertanyakan perihal sama pada bulan.


          wahai rinai samar sinar pantulan
          adakah tempat tanpa ingatan
          tiada kenangan dan
          kesakitan



photo by Č Ą T_Ğ ! я Ļ

Read more...

Siapa terkapar pada temaram liar?

>> Desember 22, 2009

Village at Dusk

+ Ayo cepat kita lari..!!
- Lari? Untuk apa pergi??

+ Kau tahu kan? Kita harus sembunyi, kawan.
- Aku tidak mengerti. Kenapa musti sembunyi?

+ Aku baru saja membunuh waktu.
- Ah, kau sungguh hebat. Mampu membunuh waktu.

+ Aku takut. Apakah kau lihat sendu mengharu? Iya itu, disitu. Di samping gang itu. Waktu telah terkapar bersimbah darah, rekahnya terlalu merah.
- Hei, waktu memang diciptakan untuk berlalu. Jangan terlalu dirisaukan. Nanti pasti ada menggantikan, tentu saja yang baru.

+ Aku sangat tahu itu. Tapi, temanilah beranjak barang sejenak.
- Tidakkah kau simak? Aku belum selesai membekukan rindu. Kau sajalah yang pergi, biarkan aku tetap disini.

+ Kau kira, untuk apa aku membunuh waktu jika bukan karena rindu. Kau pikir, rindu akan diam saja melihatmu? Nanti jika tiba saatnya, ketika rindu masih juga enggan mendekat pada titik beku. Kau hanya punya dua pilihan; rindu bakal membunuhmu atau atau kau terbunuh oleh waktu.
- Tapi saat ini, kulihat hidupmu masih menemani. Bahkan segar bugar, walau berlumur waktu yang terkapar.

+ Setelah sekian lama berkubang timbul tenggelam oleh rindu. Dan lihatlah, sayat-sayat waktu yang selalu mencoba membunuhku. Kusadari kemudian bahwa kisah tiap manusia bukan di tangan mereka, tapi ada di tangan kita. Memang, beku ini pun belum bisa menyentuh rindu. Tapi tidak mengapa kan jika kubunuh saja waktu?
- Oh, kau menemukan pilihan lain? Aku kagum denganmu, kawan. Baiklah, aku ikut. Ayo kita pergi.
+ Terima kasih.

- Tak perlu. Tapi dengan satu syarat, ajari cara mengecoh rindu hingga diam-diam bisa kubunuh waktu.


If you truly believe that you write the tale of your own life..
...then the end is up to you.
(Movie’s dialogue of Outlander)



photo by me

Read more...

Sundak Beach Snapshots

>> Desember 21, 2009

Sundak Beach
Dulu bernama Pantai Wedibedah (pasir yang terbelah). Asal muasalnya dari sebuah fenomena alam, yaitu saat musim hujan banyak air daratan mengalir menuju lautan yang mengakibatkan sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk seperti sungai. Air yang mengalir seperti membelah (jawa : mbedah) pasir (jawa : wedi). Akan tetapi bila kemarau datang, belahan itu menghilang seiring dengan air laut datang membawa pasir.

Sundak Beach
Melihat di tahun 1930 saja pantai ini masih terendam lautan, maka diperkirakan pada kondisi ratusan tahun sebelumnya banyak organisme laut yang memanfaatkan bagian bawah karang yang kini menjadi gua dan daratan sebagai tempat hidupnya. Oleh karena itu para arkeolog percaya disini banyak terdapat organisme laut yang tertinggal dan tertimbun menjadi fosil.

Sundak Beach
Sekitar tahun 1976, ada anjing kelaparan memasuki goa karang di sekitar pantai menemukan landak laut dan ingin menyantapnya. Setelah terjadi perkelahian seru, diketahui oleh majikannya bernama Arjasangku, anjing itu berhasil membawa separuh potongan tubuh landak keluar goa. Perkelahian itu ternyata membawa berkah, setelah selama puluhan tahun penduduk pantai kekurangan air tawar dikarenakan sumur yang dibangun selalu tergenang air laut. Oleh sebab Arjasangku melihat anjingnya keluar goa dalam keadaan basah kuyup bukan oleh air laut, segeralah dia masuk ke goa dan menemukan potongan tubuh landak lainnya serta sebuah mata air tawar tempat dimana anjingnya tercebur saat berkelahi dengan landak. Jadilah kini mata air tersebut dimanfaatkan dengan dipasang pipa untuk keperluan hidup penduduk. Sejak saat itu nama Wedibedah berubah menjadi Sundak, singkatan asu (anjing) dan landak.

Sundak Beach
Ditawarkan, suasana malam juga tak kalah mengasyikkan. Pengunjung bisa menikmati angin malam sambil memesan ikan mentah untuk dibakar beramai-ramai bersama teman. Dengan merogoh kocek tak seberapa banyak, kayu bakar & ikan segar sudah ada di tangan. Ikan matang siap santap pun juga tersedia. Untuk bermalam pengunjung bisa tidur di mana saja, mendirikan tenda, atau tidur saja di bangku warung yang saat malam tak terpakai.

Sundak Beach
lelahkan dirimu memeluk ombak, nak
dipayung mendung bergulung
ditampar liar lautan segar
tak usah ributkan gelap
malam sebentar lagi menyapa
ayah disini hanya untukmu
sebagai cercah cahaya



photo by me

Read more...

Nikmatnya Sego Abang 'Warung Makan Lesehan Pari Gogo'

>> Desember 16, 2009

Warung Makan Lesehan Pari GogoSego Abang merupakan sebutan bahasa jawa dari Nasi Merah. Nama sego abang sendiri lebih familier di kota Jogjakarta atau lebih tepatnya di Kabupaten Gunung Kidul. Sesungguhnya ada 3 jenis beras yang ada di dunia ini. Yaitu pertama, beras putih yang umum ditanam oleh petani kita. Kedua, beras hitam yang hanya tumbuh dan dibudidayakan di daerah tertentu. Dan jenis ketiga adalah beras merah atau brown rice yang saat ini umum dijual di pasaran dan sudah menjadi ikon Gunung Kidul dengan warung sego abang-nya. Sego abang merupakan hasil produk pertanian di ladang tadah hujan. Di wilayah Gunung Kidul dengan curah hujan rendah dan jenis tanah berbatu, hanya padi tadah hujanlah yang sanggup tumbuh subur. Sebagian dari jenis padi tadah hujan tersebut menyajikan nasi berwarna merah dengan cita rasa unik, yaitu tidak lembek dan gurih.

Di Gunung Kidul, pembudidayaan serta pengolahan beras merah hingga menjadi sego abang dilakukan dengan hati-hati tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya. Mulai dari cara pemetikan padi, pengolahan menjadi beras, hingga penyajian di atas meja. Umur dari tanaman padi tadah hujan jenis gogo, mendel, atau segreng yang menghasilkan beras merah, serupa dengan padi sawah kebanyakan tetapi produktivitasnya lebih rendah. Pemanenan padi dilakukan helai per helai dengan pemotongan batang padi menggunakan ani-ani yang kemudian dipisahkan beras merahnya dari sekam dengan cara menumbuk. Memasak beras merah harus menggunakan tungku tanah liat dan kayu bakar, serta musti diaru sebelum kemudian ditanak menggunakan kukusan dari anyaman bambu (soblok). Cara memasak tersebut membuat rasa nasi lebih gurih dan lunak, tetapi tidak lembek. Berbeda dengan nasi putih yang matang hanya dalam setengah jam, nasi merah baru siap dihidangkan setelah dimasak selama tiga per empat jam.

Balai-Balai Bambu LesehanSalah satu tempat yang menyajikan sego abang di Gunung Kidul adalah 'Warung Makan Lesehan Pari Gogo'. Bukan bukan, warung makan ini bukan kepunyaan Gogo ya (hehehe). Warung ini juga dikenal dengan sebutan 'Warung Sego Abang Mbok Jirak', karena terletak di sebelah barat Jembatan Jirak atau tepatnya di Jalan Munggi Wonosari RT06 RW 32 desa Semanu Gunung Kidul dengan koordinat S 07 59' 49,7" - E 110 39' 1,0". Memiliki bangunan seluas kurang lebih 10 x 6 meter berdinding kayu dan anyaman bambu serta tempat duduk lesehan berupa balai-balai bambu beralas tikar, warung ini menawarkan suasana tradisional khas pedesaan yang sangat alami bagi para pengunjung. Seluruh menu makanan pun disajikan dengan wadah-wadah terpisah mulai dari sego abang dengan cething-nya (tempat nasi) hingga berbagai lauk pauk, seperti layaknya di rumah makan nasi padang. Untuk memenuhi keinginan pengunjung, salah satu warung sego abang tertua di Gunung Kidul milik Ibu Purwanto (65) ini buka mulai pukul 6 pagi sampai dengan 9 malam. Warung makan yang berdiri sejak tahun 1945 dengan pengelolanya yang sekarang merupakan generasi ketiga ini, memiliki banyak pelanggan. Bahkan beberapa pejabat juga menyempatkan mencicipi kuliner ini, diantaranya Sri Sultan Hamengku Buwono X, Pimpinan Umum Harian Kedaulatan Rakyat Wonohito, Guruh Soekarno Putra, dan mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung. Uniknya hingga kini 'Warung Makan Lesehan Pari Gogo' tidak membuka cabang. Oleh karena itu banyak pengunjung yang jauh-jauh datang dari luar kota datang ke warung ini memang hanya untuk menikmati kelezatan sego abang.

Set MenuKetika diberi kesempatan mengunjungi Gunung Kidul dalam salah satu perjalanan, aku tidak menyia-nyiakannya untuk menuju warung makan ini. Maklum, para tuan dan nyonya cacing sudah pada soundcheck konser keroncongan, pop, emo bahkan nu metal (hihihi, genre cacingnya up-to-date neh *haiyah*). Oleh karena itu saat tiba di lokasi, tanpa menunggu lebih lama aku dan beberapa teman langsung memesan menu lengkap. Tak lama kemudian kepulan aroma sego abang yang menyebarkan bau harum dan merangsang nafsu makan, beserta lauk pauknya yang berbahan rempah-rempah tradisional dan tidak menggunakan penyedap rasa instan ini mendatangi kami. Satu set menu telah disajikan ke hadapan, terdiri dari menu utama berupa satu cething sego abang, semangkok sayur santan lombok ijo dan tumis daun pepaya, serta Belalang Gorenglauk pauk berupa sepiring lalapan trancam, potongan empal dan iso babat gongso, ikan wader goreng, ayam goreng, kacang mede dan belalang goreng. Yup, belalang. Binatang bernama Belalang Juta dengan species Shistocerca Gregaria yang diolah dengan cara digoreng ini di daerah Gunung Kidul telah menjadi makanan khas dan familier disebut 'walang goreng'. Khusus untuk belalang goreng, maap aku belum bisa merasakan karena takut nanti malah tawuran sama cacing modern di dalam perut (hihihi, alesan).

Sego AbangPertama kali, aku mencoba sego abang yang sudah berpindah ke piring di tanganku. Dengan ukuran lebih besar dan aroma lebih harum dari nasi putih, rasanya benar-benar pulen dan gurihnya pas, jauh dari rasa eneg. Kelezatannya memiliki sensasi yang berbeda dibanding dengan nasi putih biasanya. Dibalik itu, ternyata sego abang juga menyimpan banyak manfaat. Untuk anak-anak, karena lemak yang terkandung adalah lemak esensial maka sangat baik untuk perkembangan otak dan memperkuat daya tahan tubuh. Sedangkan Vitamin B1 (thiamin) yang berfungsi menjaga metabolisme energi, bermanfaat mencegah gangguan sistem saraf dan jantung yang pada umumnya berlanjut pada penyakit beri-beri. Kandungan vitamin dan mineralnya lebih banyak 2-3 kali dari nasi putih. Kandungan zat besinya pun lebih tinggi sehingga mampu membantu bayi berusia 6 bulan keatas yang asupan zat besi dari ASI masih belum tercukupi. Kandungan seratnya yang tinggi tak hanya mengenyangkan, tetapi juga dapat menurunkan kolestrol darah dan mengatasi gangguan pencernaan. Bahkan menurut penelitian kandungan selenium-nya berperan sebagai antioksidan sehingga mampu mencegah timbulnya kanker pada manusia terutama kanker usus. Disamping itu, kandungan karbohidratnya lebih rendah daripada beras putih, tapi nilai energinya justru lebih tinggi. Oleh karena itu beras merah seringkali direkomendasikan sebagai makanan yang baik untuk menurunkan berat badan.

Sayur Santan Lombok IjoMataku kemudian tertuju pada sayur santan lombok ijo. Aroma daun salam dan lengkuas menguar dari kepulan kuah hangat di atasnya. Dengan isi cabe rawit hijau dan merah kecil keriting (cabai di Gunung Kidul lebih kecil, keriting dan terkenal lebih puedaas) yang dipotong serong, irisan kecil tempe, bawang merah dan bawang putih, serta kuah santan yang hampir serupa dengan lodeh berwarna kuning kemerah-merahan dengan semburat minyak berwarna hijau ditaburi bawang goreng, bisa terbayangkan bagaimana pedasnya. Langsung kuambil satu sendok kuah untuk kumasukkan pada mulut yang sudah sangat penasaran ini. Slurrp.. *plaak* Pedasnya nampar boo (hihihi) dan bumbunya benar-benar nendang, keras(a) banget. Belum juga hilang kagetnya ditampar kuah itu, tiba-tiba temanku memanggil pelayan, "Mbak, ada sambal nggak?" *dueeng* Sambal? Masih kurang pedas?? "Ada mas, mau sambal terasi atau sambal bawang", jawab mbaknya. "Sambal bawang, mbak", timpalku. Loh *heran* kenapa nggak sadar mulutku malah minta sambal. Tak lama kemudian keluarlah sambal bawang lengkap masih di ulekannya yang dari batu. Ternyata baru saja dibikin, bukan sambal yang disimpan. Berasa benar-benar makan di rumah sendiri, lengkap dengan dapur ajaib menyediakan apa saja yang dibutuhkan citarasa mulut kita.

Tumis Daun PepayaPenasaran dengan warna sambal bawang yang berpadu padan di ulekan batu, kujulurkan tangan mencoleknya untuk dibawa ke mulut yang telah dimanjakan kelezatan ini. *ctaarrr* Gilaa..!! Ueenaaakk baaangedhh..!!! Mulut berasa kena cambuk, tapi gurih dan asinnya pas dengan wangi dan manis bawang, sungguh. Selama mencoba beberapa masakan kuliner di berbagai perjalanan, ini adalah sambal bawang terlezat yang pernah kurasakan. Hingga pas aku nulis posting ini aja, masih kebayang banget rasanya ampe air liur banjir (hehehe). Setelah melalui uji coba, langsung dimulai peracikan makanan. Sego abang yang sudah ada di piring diguyur dengan gurihnya kuah santan beserta irisan tempe dan lombok ijo yang manis-manis pedas menggigit pastinya, ditemani sejumput tumis daun pepaya yang berkuah santan nyemek-nyemek gurih manis dan jauh dari rasa pahit sedikitpun, serta tak lupa sambal bawang favorit.

Lauk PaukLauk empal iso babat yang empuk dan lembut, diolah dengan cara diungkep atau direbus dulu baru digoreng agar tidak keluar gajihnya. Empal berupa bongkahan daging sapi (dengan selingan urat kenyal) yang diiris setebal 2 cm tanpa remahan bumbu. Iso (usus) dan babat sapi dipotong agak kecil, dengan babatnya dibiarkan tidak dikerok sehingga jadi kehitaman yang konon membuat babat jadi makin sedap. Bagi penikmat lalap juga disediakan trancam yaitu kacang panjang, sedikit bengkoang, kubis, kecambah dan kemangi mentah dicampur parutan kelapa dan bumbu pedas. Menikmati menu utama dengan lauk yang dihidangkan dalam keadaan hangat, seperti secuil empal, iso babat dan ikan wader goreng *lauknya dikit tapi rata* (hihihi) di suasana khas pedesaaan yang masih lumayan segar udaranya ini, sangat membangkitkan selera makan (padahal emang laper). Pedas yang bikin jontor mulut malah memunculkan citarasa kelezatan dan bikin tambah ketagihan. Lidah seolah diajak menari mengikuti kelezatan sego abang khas Gunung Kidul ini. Tidak lupa dengan minuman yang disediakan, walaupun tidak begitu lengkap tapi air jeruk dan teh pocinya terasa manis sekali karena dicampur dengan gula batu.

Selesai makan, tampang kami terlihat sangat aneh. Dengan keringat sebiji-biji jagung menetes di seluruh tubuh dan tentu saja muka karena menahan pedas. Bahkan mbak-mbak yang menyajikan makanan terkikik menahan geli ketika lewat di sebelah kami dan tidak sengaja melihatnya. "Habis nyangkul di sawah, mas?" timpal salah satunya. "Hahaha, pokoknya ishtimewah mbak.." jawabku sambil menahan pedas di mulut. Begitu sampai waktunya berhitung, mbak pelayan mendatangi tempat kami dan memeriksa ludesnya makanan termasuk cething sego abang yang telah kosong melompong. Total kerusakan yang ditimbulkan oleh 6 orang sebanyak Rp 87.500,- sudah termasuk 6 gelas minuman. Untuk kuliner selezat dan sekenyang ini, menurutku harga yang dipatok termasuk murah dan sangat terjangkau. Terimakasih buat 'Warung Makan Lesehan Pari Gogo', sudah mengenalkan padaku kelezatan makanan pedas yang eksotik ini. Buat teman-teman yang penasaran dan sudah nahan lapar baca postingan ini (hehehe), jangan sungkan-sungkan mencobanya jika ada kesempatan.


photo by me

references :
http://www.sinartani.com/
http://wisatamelayu.com/
http://bisnisukm.com/
http://eckapunyacerita.blogspot.com/
http://food.detik.com/

Read more...

Menganti Beach Snapshots

>> Desember 14, 2009

Fishing Boats
deretan perahu itu mendongeng padaku
tentang kisah sebatang kayu yang
dihela tuannya demi segenggam nasib
melalui ratusan ombak dan ribuan waktu
untuk lalu kembali pulang
ke pelukan rindu
membiru



Waves Over The Rocks
sedangkan sang batu
tetap saja berdiri membisu
demi cintanya pada pantai
yang dia tahu takkan
pernah mungkin
bertemu



Menganti Beach Sunset
tidakkah kau terpana pada
lembayung senja yang diam-diam
menyimpan banyak cerita
tentang ratapan laut
kepada gunungnya



Menganti Beach Sunset
..atau kau hanya pura-pura tuli
ketika lelah matahari
tak lagi pandai bernyanyi
sementara malam menebar
gelapnya dan bulan
bersingasana



Menganti Beach Sunset
duh, langit pun mulai robek oleh merah
padahal hitam sudah menyerah kalah
tapi sang biru masih saja
mempertahankan rindu
ah sudahlah
aku telah
berse
rah




photo by me

Read more...

Celoteh Jalan, Mengingatkan...

>> Desember 12, 2009


Itu jalan milik siapa yang tak tahu diri hadir setiap waktu entah siang malam bahkan dini hari hanya untuk mengingatkan pada kenyataan pilu bernama rindu. Dia selalu datang mengetuk pintu bersikeras jadi milikku sedangkan kepura-puraan tak pernah jemu mengantarkan pada perdebatan lirih yang tentu saja perih.
Baru saja jalan itu mengungkapkan kesaksian saat dulu kau dan aku melewatinya, yang tak pernah lelah berlari kesana kemari berdesakan membeli banyak peristiwa dan tertawa, sesekali berhenti untuk duduk menjual nestapa pada sudut gerimis di pojok sia-sia, berdua. Kini, waktu yang terguguk berhenti ketika menyusuri sendiri inci demi inci ..entah bagaimana aku bisa kembali kesini.. hanya mengantarkan ke haribaan sepi melalui tarian roman sunyi diiringi lekat sayat menggeliat erat beranakkan resah sumpah serapah darah.


          pada himpit jalan sempit sisa tawa riuh berpesta
          sementara di ujungnya takdir bertahta
          menjadi raja



photo by me



* * * * *



Ada sedikit penambahan, ucapan terimakasih sebesar-besarnya tertuju pada Clara di dunia kura yang pandai bercerita atas pelemparan 'Heart Award' (nama ewod ciptaan pohon *hihihi*) kesini.
Heart Award dari 'Clara di dunia kura yang pandai bercerita'

Read more...

Surfcasting Snapshots

>> Desember 09, 2009

Surfcasting
Surfcasting adalah teknik memancing yang dilakukan di pantai dengan menggunakan joran sepanjang kira-kira 3-4 meter. Umpan yang digunakan bukan tiruan, melainkan kebanyakan memakai irisan ikan, cacing laut dan undur-undur atau kerang yang ditemukan di pesisir.

Surfcasting
Surfcasting biasanya dilakukan pada waktu pasang naik, yaitu pada saat ikan mendekati pantai untuk mencari makanan. Diperlukan kejelian khusus saat mencari lokasi yang tepat, karena pelontaran umpan harus ditujukan ke cekukan/celuk yang diperkirakan terdapat ikan.

Surfcasting
Dikarenakan umpan yang dilontarkan justru dibiarkan mendarat dan tinggal di tempatnya jatuh, maka surfcasting harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak.

Surfcasting
Surfcasting juga membutuhkan kesabaran dan keteguhan surfcaster dalam menghadapi kerasnya ombak yang datang saat menunggu ikan memangsa umpan. Tidak panik serta fisik dan mental yang kuat menjadi kunci penting teknik memancing ini.

Surfcasting
lihatlah sayang
di sebelah sana langit biru telah menua
awan gumpal berarak dan ombak masih terjaga
entah siapa kan jadi pemenang
aku si penantang atau ikan yang berenang



photo by me

Read more...

Tell me what you read..

>> Desember 07, 2009

Books let us into their souls and lay open to us the secrets of our own - William Hazlitt
"Tell me what you read and I'll tell you who you are" is true enough, but I'd know you better if you told me what you reread. ~François Mauriac~

Pendapat yang mengatakan bahwa buku hanyalah sebuah buku haruslah dirubah. Karena buku merupakan fasilitator yang dapat melahirkan kemungkinan tak terbatas, dimana berbagai hal di seluruh dunia baik nyata maupun tidak, dapat ditemukan dalam satu jilid kertas tersebut. Lebih dari itu, buku bagaikan kepompong dimana semua pengetahuan dan kesempatan yang berpotensi, siap untuk dibebaskan saat lembar per lembar halamannya dibentangkan. Namun demikian, buku bukanlah suatu komoditas yang bisa berkembang cepat di Indonesia. Setiap bulan, penerbit lokal dan internasional meluncurkan ratusan judul buku. Sedangkan dalam perkembangan dunia global sekarang ini dengan kecanggihan teknologinya, buku seperti telah dilupakan. Memang untuk negara berkembang semisal Indonesia, masih banyak masyarakat yang meletakkan buku sebagai barang mewah. Akan tetapi pada akhirnya nanti, bukan tidak mungkin bahwa buku yang juga dapat meningkatkan tingkat kecerdasan nasional ini, akan menjadi kebutuhan dasar yang mudah terjangkau bagi setiap lapisan masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, setelah tercampakkan selama kurang lebih setengah bulan, akhirnya aku berhasil juga menyelesaikan tugas 'tag book' yang diberikan oleh desfirawita dan rizky. Oleh karena jarangnya aku membaca buku akhir-akhir ini, mau tidak mau harus mengobrak-abrik tempat penyimpanan buku dan membacanya kembali. *dasar, pohon pemalas* hehe.. Baiklah, berikut ini 'tag book' yang telah selesai aku kerjakan :


Describe yourself
AKU : Berdasarkan Perjalanan Hidup Dan Karya Chairil Anwar - Sjuman Djaya
'..aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang'. Bukan tujuan yang dicari tapi prosesnya. Itulah yang dilakukan Chairil dalam hidupnya, meski dia mati muda.

How do you feel?
Manga BATTLE ANGEL ALITA - Yukito Kishiro
Sors salutis et virtutis michi nunc contraria, est affectus et defectus semper in angaria. Hac in hora sine mora corde pulsum tangite; quod per sortem sternit fortem, mecum omnes plangite! >> Fate opposes me in vitality and morality, forced ever onward and burdened always enslaved. So this very moment without tarrying pluck the quivering strings; because fate punishes the one who plays, all lament with me! [Song of O Fortuna from album Carmina Burana, performed by Carl Orff].

Describe where you currently live!
BIBIR TERSENYUM HATI MENANGIS - Muhammad Muhyidin
'Dunia ini tempat persinggahan, bukan tempat tinggal abadi. Manusia di dalamnya ada dua golongan, pertama; orang yang menjual dirinya (kepada hawa nafsu) dan menjadi hancur karenanya, kedua; manusia yang membeli dirinya dan mampu membebaskannya [Ali bin Abi Thalib]'.

If you could go anywhere, where would you go?
TRAVELLOUS : A Travel Journal - Andrei Budiman
..Ini untuk mimpi-mimpi kita yang terucap. Di ketinggian ribuan kaki. Lebih dekat dengan langit. Tentu Tuhan mendengarkan doa kita. (Di dalam pesawat mewujudkan impian besar menuju Eropa).

Your favorite form of transportation
BACK "EUROPE" PACK : Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar! - Marina Silvia K.
Salah satu insiden paling mengerikan bagi seorang traveler adalah ketinggalan pesawat!.

Your best friend is
MENGARUNGI SAMUDERA IKHLAS - Rachmat Ramadhana al-Banjari
Ikhlas adalah suatu sifat dan sikap memfitrahkan (memurnikan) niat, motivasi dan keyakinan, serta melapangkan diri terhadap segala 'amr (perintah), nahyi (larangan), dan musinah (ujian) dari Allah SWT. Samudera ikhlas bertahta dalam hati dan kekuasaannya terletak dalam sanubari.

You and your friends are
THERE IS NOTHING WRONG WITH YOU : Belajar Menerima Diri Apa Adanya - Cheri Huber
Kau sudah diajarkan bahwa ada yang salah denganmu dan bahwa kau tidak sempurna. Tetapi kenyataannya, tidak ada yang salah denganmu dan kau bukan tidak sempurna.

What's the weather like?
HUJAN BULAN JUNI - Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni, dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni, dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu. Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni, dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu.

What is the best advice you have to give?
Manga ARMS - Minagawa Ryouji & Nanatsuki Kyouichi
Yang menghentikan seorang manusia untuk melangkah bukanlah keputusasaan, melainkan menyerah. Sedangkan yang menggerakkan manusia bukanlah harapan, melainkan keinginan.

Your Fear
JANGAN BIARKAN PENYAKIT HATI BERSEMI - Syekh Ibn Taymiyyah
Hati kita adalah sumber cahaya batiniah, inspirasi, kreativitas dan belas kasih. Seorang mukmin sejati, hatinya hidup, terjaga dan dilimpahi cahaya. Namun tak jarang hati terjangkiti penyakit sehingga hidup terasa sempit, gelap dan gelisah. Selain tak terarah, perbuatan kita rusak dan berlumur keburukan. 'Sesungguhnya di dalam diri manusia ada sebuah organ. Jika ia baik, akan baik seluruh amalnya. Jika ia rusak, akan rusak seluruh amalnya. Ketahuilah, ia adalah hati [HR Ahmad]'.

Thought for the day
DAHSYATNYA SABAR - Ahmad Hadi Yasin
'Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (masa, jangka, kejayaan, keruntuhan); Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya [QS Al-A'raf 7:34]'.

How would I like to die?
MENGHADAPI MUSIBAH KEMATIAN : Diinspirasi Oleh Derita Warga Beirut Saat Ditimpa Virus Mematikan - Muhammad Al-Manjibi Al-Hanbali
'Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan jujur, Allah akan menyampaikannya pada tingkatan para syuhada, meskipun meninggal di atas tempat tidurnya [HR Muslim]. Barang siapa yang bersaksi tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Allah mengharamkannya bagi neraka [HR Bukhari]. Penghuni surga (terdiri dari) seratus dua puluh baris, delapan puluh diantaranya dari umat ini dan empat puluhnya dari seluruh umat [HR At-Tirmidzi]'.


Demikian tugas yang telah aku selesaikan, jujur buatku tugas ini tidak mudah karena malas itu tadi hehe.. Tapi dengan menyelesaikannya, kusadari bahwa 'tag book' ini bisa memotivasi kita untuk melestarikan kebudayaan membaca buku. Oleh karena itu aku mengajak teman-teman juga ikut melestarikannya dengan meneruskan kembali tugas ini. Mohon kepada teman-teman yang tersebut di bawah ini untuk menyelesaikan tugas 'tag book' ini ya :

1. Ibu guru semut merah yang masih kecil
2. Clara di dunia kura yang pandai bercerita
3. Apisindica si lebah madu di taman aksara
4. Azhar sang petualang
5. Rid yang sedang merindukan hujan
6. Alil sang soprano boy
7. Christie dan kotak biru sendu
8. Mas Hari dan biru langitnya
9. Gogo yang baru saja lulus nyetir
10. Tha yang sedang mempertanyakan keadilan
11. Minomino yang suka ngalor ngidul
12. Bung Becce si penggemar pisang
13. Ajenk yang lagi pusing ujian
14. Lilliperry yang sedang kehilangan Steven Tyler
15. Philida Thea dan seseorang yang datang pergi
16. 2nd Choices sang pedagang
17. Mbak Tisti sang arsitek bijaksana
18. Ngoeg sang soundman lugas
19. Mbake yang sedang sibuk dan sibuk
20. Apatheia yang lagi keabisan ide

Kepada teman-teman tersebut di atas apabila sudah menyelesaikan tugasnya, aku persembahkan Tag Book Award sebagai bentuk terimakasih telah meluangkan waktunya untuk ikut berpartisipasi melestarikan kebudayaan membaca buku. Jangan lupa untuk meneruskan dan menyebarkan kembali tugas 'tag book' berserta Tag Book Award ini kepada teman-teman yang lain. Berikut ini Tag Book Award yang bisa disedot dan dipajang pada blog indah teman-teman.
Tag Book Award

Sedikit tambahan, ada beberapa pertanyaan dari Ibu guru semut merah yang masih kecil yang saya cantumkan disini :
1. Buku apa saja yang harus direview? >> Bebas, tanpa ada batasan. Menurutku, karena aku juga dapat tugas ini dari temen, disini bukan review buku melainkan cuplikan kata yang terdapat pada buku sesuai dengan tema pertanyaan yang diajukan (yang di 'bold'). IMHO..
2. Jumlah kata per-review? >> Cuplikan yang diambil dari kata atau kalimat dalam buku tersebut. Secukupnya saja, untuk menjawab dan menjelaskan sesuai dengan tema pertanyaannya.
3. Berapa buah reviewnya? >> Satu buku untuk satu tema pertanyaan (menurutku).
4. Deadline tag book ini kapan? >> Tidak ada deadline, seselesainya saja. Begitu kelar trus dipublish, pajang awardnya dan sebarkan untuk teman-teman yang sekiranya belum mendapatkannya.

Untuk teman-teman yang belum kebagian tugas, tidak perlu berkecil hati. Aku sengaja cuma meneruskan 'tag book' ini pada 20 teman, bukan karena pilih kasih, melainkan agar teman-teman yang sudah menyelesaikan tugasnya tidak kesulitan untuk membaginya kepada teman-teman yang belum mendapatkan. Supaya lebih merata lah, kata lainnya. Jadi, bagi teman-teman yang belum menerima tugas, silahkan ditunggu jatahnya dari ke-20 teman di atas ya. Semoga dengan ini, kebudayaan membaca buku dapat lestari sampai akhir nanti.

* * *

photo by Rugya El-Turki

Read more...

Ketawang Beach Sunrise Snapshots

>> Desember 05, 2009

Ketawang Beach Sunrise

Ketawang Beach Sunrise

Ketawang Beach Sunrise

Ketawang Beach Sunrise

Ketawang Beach Sunrise



Sedikit penambahan, ucapan terima kasih tak terhingga buat ibu-guru-semut-merah-yang-masih-kecil atas 'Krabby Patty's Award', 'Award Kasih', 'Best Fiends Award' dan 'Keep Smiley Award' yang telah dioperkan kesini.
Krabby Patty's Award Award Kasih Best Fiends Award
Keep Smiley Award



photo by me

Read more...
Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP