Seplawan Cave Snapshots
>> November 29, 2009

Patung replika sesuai dengan bentuk arca emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati yang ditemukan di dalam Goa Seplawan, memiliki ukuran yang lebih besar dari aslinya.

Panorama menghijau di area sekitar tangga masuk Goa Seplawan.

Tangga masuk Goa Seplawan melewati batu berongga.

Tangga masuk Goa Seplawan menurun agak curam.

Kolam kecil di dalam Goa Seplawan yang harus dilewati jika ingin meneruskan perjalanan, berlanjut dengan menaiki batu besar setinggi dada, kemudian berjalan jongkok di tanah berlumpur karena ketinggian langit-langit goa yang menyempit.

Salah satu stalagtit yang menempel pada dinding Goa Seplawan.

Ceruk yang terdapat pada salah satu dinding Goa Seplawan, berupa kolam kecil dan jalan sempit seperti anak tangga dari batu alami yang entah menuju kemana.

Terdapat jeram kecil yang harus dilewati dengan keindahan bentuknya ketika menyusuri sungai bawah tanah.

Tempat ditemukannya 22 karat arca emas peninggalan zaman Hindu Siwa pada tanggal 15 Agustus 1979 setinggi 9 cm dan berat 1,5 kg, berupa patung sepasang pria dan wanita yang sedang bergandengan tangan, diyakini oleh para ahli arkeolog sebagai Dewa Siwa dan Dewi Parwati, yang kini disimpan di Museum Nasional.

Tiang batu pada dinding Goa Seplawan yang terbentuk dari penggabungan stalagtit dan stalagmit secara alami dalam kurun waktu ratusan atau bahkan ribuan tahun (pertumbuhan stalagtit rata-rata 0,13 - 3 mm per tahun).

Rangkaian stalagtit yang masih belum begitu panjang tampak berjejer dan menempel pada dinding Goa Seplawan.

Ujung perjalanan berupa jurang yang dikatakan belum diketahui kedalamannya, karena eksplorasi belum bisa dilakukan oleh sebab tipisnya oksigen. Ada juga cerita, dulu pernah mencoba dieksplorasi tapi petugas yang turun ke bawah tidak kembali lagi.

Pohon yang tumbuh di atas batu pada area masuk Goa Seplawan, di belakang patung replika. Satu-satunya yang ada disitu, sendiri..
photo by me

































































