Siapa terkapar pada temaram liar?

>> Desember 22, 2009

Village at Dusk

+ Ayo cepat kita lari..!!
- Lari? Untuk apa pergi??

+ Kau tahu kan? Kita harus sembunyi, kawan.
- Aku tidak mengerti. Kenapa musti sembunyi?

+ Aku baru saja membunuh waktu.
- Ah, kau sungguh hebat. Mampu membunuh waktu.

+ Aku takut. Apakah kau lihat sendu mengharu? Iya itu, disitu. Di samping gang itu. Waktu telah terkapar bersimbah darah, rekahnya terlalu merah.
- Hei, waktu memang diciptakan untuk berlalu. Jangan terlalu dirisaukan. Nanti pasti ada menggantikan, tentu saja yang baru.

+ Aku sangat tahu itu. Tapi, temanilah beranjak barang sejenak.
- Tidakkah kau simak? Aku belum selesai membekukan rindu. Kau sajalah yang pergi, biarkan aku tetap disini.

+ Kau kira, untuk apa aku membunuh waktu jika bukan karena rindu. Kau pikir, rindu akan diam saja melihatmu? Nanti jika tiba saatnya, ketika rindu masih juga enggan mendekat pada titik beku. Kau hanya punya dua pilihan; rindu bakal membunuhmu atau atau kau terbunuh oleh waktu.
- Tapi saat ini, kulihat hidupmu masih menemani. Bahkan segar bugar, walau berlumur waktu yang terkapar.

+ Setelah sekian lama berkubang timbul tenggelam oleh rindu. Dan lihatlah, sayat-sayat waktu yang selalu mencoba membunuhku. Kusadari kemudian bahwa kisah tiap manusia bukan di tangan mereka, tapi ada di tangan kita. Memang, beku ini pun belum bisa menyentuh rindu. Tapi tidak mengapa kan jika kubunuh saja waktu?
- Oh, kau menemukan pilihan lain? Aku kagum denganmu, kawan. Baiklah, aku ikut. Ayo kita pergi.
+ Terima kasih.

- Tak perlu. Tapi dengan satu syarat, ajari cara mengecoh rindu hingga diam-diam bisa kubunuh waktu.


If you truly believe that you write the tale of your own life..
...then the end is up to you.
(Movie’s dialogue of Outlander)



photo by me

24 comments:

setiakasih 22 Desember 2009 01:14  

salam...
pernah dulu sering seseorang menyatakan kepadaku...

'tiada lagi yang mampu kubuat selain membunuh waktu...'

adakah maksudnya, dia merindui seseorang... 'akukah'...

pernah juga aku menulis puisi bertajuk
'membunuh waktu' .. namun ga sehebat penulisanmu.

Pohonku Sepi Sendiri 22 Desember 2009 01:32  

@setiakasih : yup, tanyakan pada seseorang yg sedang merindu itu, benarkah dia telah membunuh waktu? sudahkah dia ucap rindunya padamu?
makasih 'setia'.. :)

antibiotich 22 Desember 2009 02:03  

andai aja...kalau rindu itu bs trucap... *menghela nafas*

yans'dalamjeda' 22 Desember 2009 02:24  

Mengingatkanku atas rindu yang masih saja enggan untuk pergi. Meski waktu terus berlalu.....

Clara 22 Desember 2009 07:18  

maksudnya lagi kangen seseorang ya Pohon? hiahahhhahaha *sotoy mode on* ah aku sih nggak bisa buat tulisan bagus kayak tulisanmu
penuh makna...hihihihi...

eka wijayanti 22 Desember 2009 08:15  

Pohon sedang merindu siapa? Hujannyakah?

Elsa 22 Desember 2009 09:07  

merindu itu indah yaa...
tak kusangka, ada tulisan sehebat ini yang membuat rindu tampak jauh lebih indah

Apisindica 22 Desember 2009 09:17  

Rindu tidak akan terentaskan meskipun kau diam-diam membunuh waktu. Waktu hanya akan melingkarkanmu pada perasaan yang itu-itu saja. Rindu yang tidak kesampaian.

Selamat menikmati rindu! selamat berarak seiring waktu,menuju pelabuhannya yang terakhir. Hati.

Lina 22 Desember 2009 11:08  

mari kita membunuh waktu...

Alil 22 Desember 2009 11:14  

rengkuhlah rindu itu...
nikmati..
seiring waktu...
walau sendu...

*alil mencoba ngarang..

minomino 22 Desember 2009 12:01  

kesebelaaaaaaaaaaxxxx (maksa)


ahhh,rindu y...
saya jd rindu pada merindu,
rupanya diam2 saya membunuh sendiri si rindu beberapa waktu yg lalu... :)

SeNjA 22 Desember 2009 14:13  

andai aku bisa mengecoh rindu,....mungkin hariku tak sepilu ini.

Azhar 22 Desember 2009 14:16  

ajari cara mengecoh rindu hingga diam-diam bisa kubunuh waktu
==========================

gw kaga bisa hihihihi baca manual booknya bos :)

Seiri Hanako 22 Desember 2009 17:01  

Thumbs up...

dalemm...

Pohonku Sepi Sendiri 22 Desember 2009 21:42  

@antibiotich : hehe.. rindu bisa terucap kok mai.. tapi masi adakah yg sudi menerimanya?
*pohon ikut menghela napas

@yans : idem kawan.. hehe..
thanks ya.. :)

@Clara : hehe.. *garuk2 kepala* jadi malu..
tiap org kan punya kelebihan masing2 clar, cerpen clara juga bagus2 kok.. makasih ya.. :)

@mbak eka : yup, hujan tak jua kunjung kembali datang mba.. hanya menyisakan sepi yg slalu merobek-robek sendiri..
makasih mba eka.. :)

@Elsa : hehe.. makasih mba elsa.. :)
memang rindu slalu indah, bahkan ketika telah terabaikan sekalipun..

@Apisindica : hehe.. bener bro..
hanya saja rindu itu membuatku dan waktu selalu saling tikam.. jika kemarin sang waktu yg mati, entah nanti atau esok hari..
cukup kunikmati rindu ini dalam kungkung waktu yg semakin meradang..
makasih bro.. :)

@Lina : mari, silahkan.. ladies first.. *hihihi*
makasih lina.. :)

@Alil : iya 'lil.. sesendu apapun sepilu bagaimanapun, rindu itu tetap milikku yg takkan hilang ditelan waktu..
makasih alil.. :)

@minomino : hehe.. hebat sekali mino, ternyata kau sudah bisa membunuh rindu..
*pohon blum mampu

@SeNja : ah, senja.. tak mudah memang mengecoh rindu..
entah aku juga tak menahu bagaimana caranya.. mungkin nanti kita akan mahir dgn sendirinya..
makasih senja.. :)

@Azhar : hahaha.. manual booknya nggak disertakan dulu sob.. masih di haribaan Sang Maha..
nice comment.. thanks sob.. :)

@Seiri Hanako : hehe.. makasih seiri.. :)

ninneta 22 Desember 2009 22:31  

selamat hari ibu...

Pohonku Sepi Sendiri 22 Desember 2009 23:45  

@ninneta : selamat hari ibu juga ninn.. :)

QueeniieAngeLa 23 Desember 2009 09:20  

hmm... ternyata rindu itu belum tertuntaskan juga rupanya.

nikmati saja jika begitu. jangan pernah membunuh waktu, karena itu tidak akan pernah mengeringkan kerinduan.

biarkan saja. lepaskan. dan mintalah pada Sang Maha untuk mengeringkannya. sesungguhnya Dia Maha Tahu yang terbaik bagi hambaNYA.

Pohonku Sepi Sendiri 23 Desember 2009 09:59  

@QueeniieAngeLa : ahaa, one of my favourite blogger.. :)
mbake apa kbrnya? semoga bae2 slalu..

hehe.. *malu* lumayan tertuntaskanlah, daripada dulu.. cuma memang terkadang masih ada rindu timbul tenggelam di aliran waktu.. hingga menyeretku dlm pusarannya yg ah masih juga terlalu sendu..
yup, kupasrahkan saja semua pada Sang Maha, mbake.. aku berserah dalam tiap gundah..

makasih sdh menyempatkan waktu mampir ke sini, mbake.. :)

antibiotich 23 Desember 2009 13:04  

waks...."tapi masi adakah yg sudi menerimanya?"


daleeeeeeeem...
jleb..jleb...jleeb...


iya ni ga ada....
*gludak, krompyang.....*jatuh semua....

Pohonku Sepi Sendiri 23 Desember 2009 13:52  

@antibiotich : iya neh, tertancep dalem.. dan pelan..

apakah dia yg dirindu masih ada bagiku? tanpa pamrih rindu ini merintih lirih, genap sudah semua lelah tuk jadi tak tersisih..

rid 25 Desember 2009 17:46  

tolong beri tahu aku
bila kau telah berhasil mengecoh rindu,
membekukannya dalam ruang ingatanmu,

karna rindu itu
masih sering tenggelamkan aku dalam sendu

tolong beri tahu aku caramu


*kereeen Pohon^^

Pohonku Sepi Sendiri 25 Desember 2009 18:24  

@rid : hehe.. makasih rid.. :)
nah ntu dia yg belum ketemu caranya, kata azhar blum ada manual book-nya.. hihihi..

InsuranceService99 2 Oktober 2011 16:35  

Financial Investment Services
Business and Marketing

Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP