DSLR Untuk Pemula, Nikon Atau Canon?

>> November 25, 2009

Nikon D3000Dilatarbelakangi oleh permintaan semena-mena dari ibu-guru-semut-merah-yang-masih-kecil *hihihi*, sebagai pemula di bidang hobi pemotretan atau fotografi dan merujuk pada berbagai pembahasan para senior fotografer di beberapa forum maupun artikel, saya mencoba untuk sedikit menulis tentang pemilihan merk kamera DSLR disaat seseorang memutuskan untuk menekuni hobi ini, terutama merk ‘Nikon dan Canon’. Perlu saya tekankan disini bahwa penulisan artikel ini tidak ada maksud sama sekali untuk memanas-manasi baik para rekan Nikonian maupun Canonian dan memicu adanya ‘brandwar’. Seperti yang telah diketahui bahwa topik tentang ‘Nikon atau Canon’ ini sendiri sebenarnya merupakan pembahasan sensitif yang tak pernah selesai sejak dulu, dan tentu saja tidak akan pernah selesai hingga nanti. Sama halnya ketika ditanya ‘BMW atau Mercedes-Benz’, padahal dari keduanya mengeluarkan berbagai tipe dan jenis mulai dari segi harga, kehandalan, eksklusifitas, bahkan estetika, dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitupun juga sama halnya saat ditanya ‘kenapa lebih suka sate daripada soto’?

Nikon D60Kamera Digital Single-Lens Reflex (Digital SLR atau DSLR) seperti halnya Kamera SLR merupakan kamera digital yang menggunakan sistem cermin mekanis dan 'pentaprism' (lima sisi cermin prisma yg memantulkan cahaya sebanyak dua kali guna menyimpangkan sebesar 90° tanpa mengubah citra kiri kanannya) untuk menghantarkan cahaya yang diterima oleh lensa ke jendela bidik optik di bagian belakang. Ketika ada seseorang yang berminat pada hobi ini dan bertanya ‘Nikon atau Canon’, sebenarnya susah sekali untuk dijawab, karena pertanyaan tersebut muncul dari sudut pandang makro. Padahal Kamera DSLR baik Nikon maupun Canon di tiap jenis atau tipenya pasti mempunyai bebagai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Memang, tidak sedikit juga orang yang dengan fanatiknya menyarankan untuk memakai salah satu merk tersebut di atas. Nikon D5000Tapi buat saya pribadi hal itu sudah merupakan ‘pemerkosaan keyakinan’ secara tidak langsung yang pada akhirnya nanti akan 'membrangus kemampuan' seseorang. Setiap orang punya style sendiri-sendiri yang nantinya bakal ditemui melalui alat yang dibawanya dan yang paling mengetahui akan hal tersebut adalah orang itu sendiri. Bagaimana mungkin seseorang yang fanatik itu tahu akan style dari si pemula nantinya, yang bahkan dalam memegang kamera DSLR saja belum pernah. Apakah itu kemampuan paranormal atau hanyalah sebuah omong kosong belaka? Belum lagi jika si pemula mendengar usul seseorang yang berkata, ‘Nikon bagus ininya’ atau ‘Canon bagus itunya’, saya jamin pasti akan tambah bingung dalam memutuskan akan mengunakan merk yang mana.

Canon EOS 450D (EOS Digital Rebel XSi, EOS Kiss X2)Banyak sekali pendapat yang saya temui pada berbagai pembahasan perihal ‘Nikon atau Canon’. Seperti misalnya Nikon mempunyai hasil gambar dengan warna yang tegas atau ‘ngejreng’ sehingga cocok untuk foto produk atau landscape, sedangkan Canon mempunyai hasil gambar lebih soft yang cocok untuk foto model atau ‘portraiting human’. Tapi ada juga seorang disain grafis yang mengatakan bahwa warna Canon lebih enak untuk diedit. Hasil gambar Nikon lebih baik untuk lensa macro atau wide, sedangkan Canon pada lensa tele-nya. Ada juga yang mengatakan, untuk Nikon ‘handling’ enak, kokoh, saturasi cukup tinggi, kekar, VR (untuk beberapa lensa tertentu), dan 'rugged material', sedangkan Canon warna cenderung vivid, lebih modis, 'versatile lens', dan beberapa tipenya mengandung 'plastic material'.

Canon EOS 1000D (EOS Digital Rebel XS)Menurut saya pribadi, warna tajam atau soft maupun hasil bagus atau kurang adalah relatif. Tiap orang memiliki kesenangan sendiri-sendiri. Mungkin buat saya sudah tajam tapi bagi orang lain masih soft atau buat saya hasilnya kurang tapi bagi orang lain yang melihat sudah ‘amazing’. Bagi pemula seperti saya pun tentunya belum memiliki intuisi untuk tahu sebuah warna itu dikatakan sudah tajam maupun soft. Hal ini perlu diasah dari pengalaman dan jam terbang. Belum lagi warna tajam buat orang per orang juga berbeda, ada yang berdasarkan vivid-nya, kontras, detail texture dan tentu saja juga ditentukan oleh teknik fotografinya itu sendiri. Dari sebuah buku Petersen's Photographic Library GUIDE TO CAMERA EQUIPMENT karangan Mike Stenvold, dikatakan bahwa : Canon EOS 500D (EOS Rebel T1i, EOS Kiss Digital X3)What is the best? There is no 'Best' equipment. Ask ten professional Photographers what camera they used. and you are likely to get ten different answers. Ask them what lenses they used, and again you will probably get several answers. Each uses what he has found the best suits his specific needs. So, once you know what basic features you want, go to your local camera store and try out various examples of equipment. See which brand name feel best, perform as you want it to and easy to use, then it is the best piece equipment for you. Never make a major purchase whithout trying the piece of equipment you intend to buy'. Permasalahannya, untuk saya yang masih pemula pastilah belum mengerti dan menemukan ‘our specific needs’ maupun ‘basic features’.

Nikon D90Bahkan ada seorang fotografer senior yang seorang 'nikon freak' karena suka akan karakter warnanya malah milih menggunakan DSLR merk Canon, dengan alasan pada Canon terdapat fitur ‘customize colour' (setting warna yg bisa di-custom dan bisa disimpan pada beberapa 'memory') yang setting warnanya diset pada karakter warna Nikon. Mulai dari sharpness, contrast, saturation, color tone, hingga fitur White Balance Shift (sama dengan sistem adjustments : selective color pada program Photoshop). Jadi menurut beliau, seperti mempunyai 'Nikon' di dalam kamera Canon. Ada juga beberapa kawan yang mempertimbangkan masalah 'pertemanan' dalam penentuan merk ini. Maksudnya merk mana yang lebih banyak digunakan oleh teman-temannya dan kemudian mengikutinya, dengan alasan yang sederhana yaitu agar bisa saling pinjam lensa maupun asesorisnya.

Canon EOS 50DApakah si pemula seperti saya ini, saat membaca sedikit perbedaan maupun kelebihan dan kekurangan antar kedua merk tersebut menjadi semakin jelas untuk menentukan pilihan? Saya kira tidak dan malah tambah bingung seperti yang sudah saya katakan sebelumnya. ‘Trus bagaimana dong?’ Menurut saya hanya satu kuncinya, yaitu yakin dan jangan terpengaruh oleh desas-desus merk tertentu. Karena berhasilnya karya fotografi tidak pernah ditentukan oleh alat, tapi oleh fotografernya. Jika pada akhirnya sudah memiliki kamera, belajar dan terus belajar tentang dasar-dasar fotografi sambil mengasah kemampuan serta jam terbangnya. Nikon D300SPerlu diingat disini, seperti yang dikatakan oleh salah seorang fotografer senior, bahwa fotografer bukanlah ‘tukang potret’ yang terus menerus hanya mencet tombol ‘shutter’ dan ketika gambarnya dicetak lantas senang, karena fotografi butuh sebuah keahlian bukan hanya jadi tukang. Fotografer juga bukanlah seseorang yang ‘petantang-petenteng’ sibuk memamerkan alatnya yang canggih dengan merk keren (menurut dia), sampai bahkan menganggap eksklusif berikut lensanya yang sempurna dan mahal. Fotografer menunjukkan jati dirinya lewat karya, bukan merk kamera atau lensanya. Foto yang bagus, pada saat sekarang banyak bisa kita temui, tapi foto yang kuat dan bermakna masih sangat sedikit.

Nikon D700Jika kita tinjau dari segi ekonomis, pada entry level selain memiliki desain kamera yang “user-friendly” atau mudah digunakan serta badan kamera yang biasanya relatif lebih ringan dan kecil dari kamera DSLR lainnya, juga tersedia pula banyak otomatis “preset scene mode” sehingga pengguna yang tidak mengetahui dasar fotografi bisa dengan mudah mengambil foto sesuai dengan kondisi yang ada. Misalnya bila foto di malam hari tinggal mengunakan night scene. Untuk level ini terdapat Nikon D3000 Kit + lensa AF-S VR 18-55mm f/3.5-5.6G + memory 4Gb sekitar Rp 5.800.000,-, Nikon D60 Kit + lensa AF-S 18-55mm VR + memory 4Gb dengan kisaran harga Rp 6.800.000,-, Nikon D5000 Kit + lensa AF-S 18-55mm VR + memory 4Gb sekitar Rp 8.300.000,-, Canon EOS 7DCanon EOS 1000D + lensa EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS + memory 4Gb dengan kisaran harga Rp 5.800.000,- , Canon EOS 450D Kit + lensa EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS + memory 4Gb sekitar Rp 7.400.000, dan Canon EOS 500D Kit + lensa EF-S 18-55mm F3.5-5.6 IS + memory 4Gb dengan kisaran harga Rp 8.100.000,-. Pada middle level dengan ciri kamera yang berukuran lebih besar dan konstruksi badan lebih baik, ‘scenes mode’ seperti yang terdapat dalam kamera pemula biasanya tidak ada lagi. Banyak juga terdapat tombol khusus untuk mempermudah dan mempercepat setting kamera. Untuk level ini terdapat Nikon D90 Kit + lensa AF-S VR 18-105mm f/3.5-5.6G ED + memory 4Gb dengan kisaran harga Rp 12.700.000,- dan Canon EOS 50D Kit + lensa EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS + memory 4Gb sekitar Rp 12.100.000.

Nikon D3Pada pro level untuk sports dan fotojurnalistik, kamera dirancang agar bisa mengambil gambar dengan kecepatan tinggi, setidaknya dapat mengambil gambar lima sampai sepuluh gambar per detik. Biasanya ukuran dan berat kamera dua kali lipat lebih besar daripada kamera pemula. Kamera tipe ini pada umumnya memiliki kemampuan untuk meredam noise pada ISO tinggi, sehingga foto yang diambil di saat gelap tetap memiliki kualitas yang baik. Maka dari itu kamera ini juga ideal untuk wartawan foto. Kualitas bodi kamera juga sangat baik, tahan banting dan cuaca. Untuk level ini terdapat Nikon D300s body only dengan kisaran harga Rp 17.800.000,-, Nikon D700 Kit + lensa AF-S VR 24-120mm f/3.5-5.6G ED sekitar Rp 28.900.000,-, Canon EOS 5D Mark IINikon D3 body only dengan kisaran harga Rp 37.900.000,-, Canon EOS 7D Kit + lensa EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS sekitar Rp 18.600.000,- dan Canon EOS 5D Mark II Kit + lensa EF 24-105mm f/4L IS USM dengan kisaran harga Rp 33.500.000,-. Pada pro level untuk studio, kamera yang digunakan oleh profesional menawarkan resolusi foto yang besar dengan kualitas gambar yang terbaik. Sama dengan pro level untuk sports, kamera ini memiliki badan yang cukup besar tapi sangat tangguh. Untuk level ini terdapat Nikon D3X body only dengan kisaran harga Rp 76.400.000,- dan Canon EOS 1Ds mark III body only sekitar Rp 64.800.000,-.

Nikon D3XSalah satu hal penting bagi pemula adalah memahami karakter dari alat yang dimiliki (kamera), baik itu merk Nikon maupun Canon. Tidak harus mahal, yang penting bisa dimiliki dan tentu saja sesuai dengan dana tersedia di kantong. Bahkan dengan alat yang kata orang ketinggalan jaman pun, jika kita bisa memahami karakternya maka hasil yang diperoleh tidak kalah dengan alat yang canggih sekalipun. Walaupun memang setiap alat pasti ada kekurangan maupun kelebihannya, namun disitulah tantangannya. Bagaimana kita bisa mengoptimalkan alat yang kita miliki untuk memperoleh hasil yang baik. Dengan kata lain, bukan alatnya yang harus bagus/mahal untuk mendapatkan hasil yang baik, tetapi dari orang yang memegang alat itu bisa atau tidak menggunakan serta memahami karakternya. Canon EOS-1Ds Mark IIISeperti yang dikatakan pada sebuah buku mengenai fotografi ‘dalam sebuah peperangan, sehebat apapun senjata yang kita miliki kalau orang tersebut tidak bisa menguasainya (memahami karakter dan menembak yang baik), sasaran yang diinginkannya pun tidak akan tepat'. Dalam sebuah buku berjudul 123 KLIK! Petunjuk Memotret Kreatif Untuk Pemula karangan Dini Yozardi dan Itta Wijono, dikatakan bahwa 'Dengan kamera DSLR maupun SLR pemotret harus memperhitungkan ukuran kecepatan rana, bukaan diafragma dan fokus objek, serta pilihan lensa yang akan digunakan sebelum melakukan pemotretan. Oleh sebab itu kamera ini mempunyai prinsip dasar Man Behind The Gun. Pemotretlah yang menentukan kualitas foto. Dengan fasilitas kamera yang bisa diatur, pemotret bebas berkreasi'.


Sedikit tambahan, terima kasih untuk ibu-guru-semut-merah-yang-masih-kecil atas 'Blogger Award' dan 'Award Persabatan' yang telah dipersembahkan untuk saya disini. Teriring ucap maaf atas 'penyepian diri' selama beberapa hari ini yg mengakibatkan awardnya mendingin. Terimakasih juga untuk Mas Hartohadi yang juga telah memberikan 'Award Persahabatan' kepada saya. Tak lupa juga ucapan terima kasih untuk Wiwit atas pemberian 'Smart & Deligent Award'-nya.



Referensi :
http://en.wikipedia.org
http://clubbing.kapanlagi.com
http://photography.dinogroups.com
http://www.kampus.us
http://forum.kafegaul.com
http://www.fotografer.net
http://www.infofotografi.com
http://www.jpckemang.com
http://www.camera.co.id
http://www.oktagon.co.id

37 comments:

Clara 25 November 2009 05:18  

thanks pohon infonya berguna banget
aku emang mau beli kamera tapi bingung sama merk mana yg bagus. waktu itu kepikiran mau beli olympus gara-gara model iklannya artis kesukaanku...jiahahaha...tapi nggak tau deh bagus apa nggaknya.
tapi jalannya aja jarang, jadi mau potret apa ya? masa potret diri sendiri Xp

Alil 25 November 2009 05:55  

Po... makasih banget buat infonya...
kok tau sih, aku lagi bener2 kepengeeenn beli kamera DSLR..

thanks banget...

-Gek- 25 November 2009 06:20  

POHONKU YANG MANIS.. :)
TERIMA KASIH SUDAH BUAT ARTIKEL INI DENGAN INFO YANG SANGAT LENGKAP.

TUH KAN, PR DARI BU GURU DISENANGI OLEH SEMUA ORANG.. ??? (hehehehe..!)

Menurut teman saya, (a.k.a fotografer di Aussie, yang biasa handle event2 besar.. cobalah CANON untuk pemula. dengan alasan yang persis seperti yang POHON kemukakan.)

TERIMA KASIH BANYAK, SOBAT!!!

A VERY GOOD ARTICLE.
NILAI PR : A+

HEHEHHE...

eka wijayanti 25 November 2009 06:36  

Iya. Apapun Canonnya, yang penting mereknya Nikon... :D
*Nikonfreak*

TransJakarta 25 November 2009 11:53  

kalo saya yang penting harganya terjangkau
saya pakai sony a 200

Apisindica 25 November 2009 12:02  

kalo saya, apapun kameranya yang penting: mau difotooooooooooo....hehehehe

Philida Thea Noorvika Herry 25 November 2009 13:38  

Berhubung pertama kali pegang dslr itu nikon d40, dari situ mulai jatuh cinta sama nikon, hehehe,,
nice post pohon :) memang yang bisa menentukan cuma diri kita sih. Kan kita yang menggunakannya juga . . hohoho

Tha..^^ 25 November 2009 15:07  

wah ngomongin kamera yah...tha kurang ngerti euy ^^

Pohonku Sepi Sendiri 25 November 2009 16:13  

@Clara : sama2 clara..
olympus bagus loh clar.. katanya seh tajem2 gambarnya, tapi nggak tau juga tajem gimana.. hehe..
eh, menurutku kalo motret mah nggak perlu harus jalan kok.. banyak sebenernya moment2 bagus di sekitar kita..
sapa tau ntar kl dah punya kamera bisa hunting bareng gek ato alil juga.. :)

@Alil : sama2 'lil..
pas banget ya infonya.. syukurlah bisa berguna buat yg lain..
bsk kalo dah punya, hunting bareng ma temen2 yg lain ya.. :)

@-Gek- : kepanjangen ya artikelnya gek? hihi..
iya neh, syukurlah bisa membantu yg lain juga..
oOo gitu ya kata temen gek.. tapi baik nikon maupun canon juga punya kok yang buat pemula, dalam artian kamera yg punya beberapa fasilitas buat pemula.. dan keduanya pun juga ada yg buat pro.. jadi semua kembali ke gek sendiri mo pake yg mana.. mo pake kamera yg fasilitas pro juga nggak ada salahnya, asal tabungan mencukupi.. hehe.. tinggal mengeksplore dengan alat yg dimiliki nantinya..
tuh clara ma alil juga ternyata berminat loh, sapa tau nanti kita bisa hunting bareng.. hehehe..
waks, dpt nilai A+ neh, brarti ntar dapat oleh2 dong.. hihihi.. makasih ya bu guru.. :)

@eka wijayanti : hahaha.. nikon bagus kok, canon juga bagus.. yg penting dibikin ilustrasi buat pohon.. hihihi..
makasih mbak eka.. :)

@TransJakarta : aku setuju sob.. alasan harga terjangkau malah lebih rasional buatku.. daripada dibelain ampe ngutang2 buat beli kamera yg nggak masuk itungan, malah susah nantinya..
thanks sob.. :)

@Apisindica : huahahaha.. kok masih inget aja seh bro.. ni lagi belajar ‘portraiting human’ kok, jgn kuatir.. hehehe..
thanks bro.. :)

@Thea : makasih thea.. yup, benar.. 'man behind the gun', itu kuncinya.. :)
eh, diupload dong hasil karya2nya thea..

@Tha : hehe.. nggak papa tha.. :)
eh, udah balik neh dari persembunyian.. semoga kabar baek.. makasih tha.. ^_^

Arema 25 November 2009 18:32  

nice info

Pohonku Sepi Sendiri 25 November 2009 18:59  

@Arema : thanks sob.. :)

Gusti 25 November 2009 20:20  

ternyata di cari2 keliling mbah google ada di sini artikel'a..
sangat membantu...

Pohonku Sepi Sendiri 25 November 2009 20:48  

@Gusti : hehe.. makasih sob.. :)

Clara 25 November 2009 23:27  

hunting gambar sama Gek? berat di ongkos, kudu ke Aussie dulu...wkwkwkwkwk...nunggu dia balik ke Bali aja kali ya hihihihihi

Pohonku Sepi Sendiri 26 November 2009 00:03  

@Clara : hahaha.. ya nggak ke aussie dong ah.. tapi nggak papa juga seh kalo gek mo bayarin kita2.. hihi..

Azhar 26 November 2009 08:41  

gw jg lg pengen punya DSLR tapi gak punya duit hahahaha

Freya 26 November 2009 13:35  

iiiih dapet blog baguuush.

tukeran link dongs hehehe.

infonya bagus banget, tapi kok baru ketemu skarang si? Kemaren aye tuh bingung bli kamera digital biasa atau kamera dslr canggih. Pennya seh dslr tapi aye ga ada yang ajarin cara makenya dan ngga tahu apa-apa soal merk yang bagus.

Akhirnya karena ketidakketahuan itu, aye beli kamera digital biasa merk nikon coolpix.

Uh, bagus apa gak yah merk ini? Soale liat2 keknya masih bagusan hasilnya sony. Jadinya nyesal.

Pohonku Sepi Sendiri 26 November 2009 15:05  

@Azhar : hehe.. ya kalo mang bener2 pengen hrs mulai nabung dari sekarang sob.. dikit2 yg penting ada usaha.. kalo niat beneran loh.. :)

@Freya : hehe.. ayuks tukeran link, frey.. :)
wah infonya telat, maapkan ya.. kamera compact ato dslr sama bagusnya, dalam artian jika bener2 menguasai alat, hasil yg ada takkan kalah indah.. cuma memang pada dslr menyediakan beberapa fasilitas utk bisa kita atur pengambilan gambarnya, lebih manual, lebih bisa di-customize lah..
nikon coolpix bagus kok, aku juga pernah make soalnya.. dibanding sony dgn tipe yg tak jauh berbeda, kalo masalah hasil ya itu tadi, kembali pada penguasaan alat.. sungguh.. nggak perlu nyesel, frey.. dalam hal body kalo sony memang mengeluarkan berbagai tipe berbentuk minimalis dgn warna menarik & cute buat cewe, yaitu pada tipe T kalo nggak salah..
tapi jika freya pengen ganti coolpixnya, daripada lari ke sony yg compact.. menurutku mending cari yg dslr sekalian, tinggal tambah dikit dah dpt yg entry level kok dan yg sony juga banyak pilihan dslr-nya loh.. perihal pembelajaran, dikit2 ajah sembari kita2 yg pemula ini saling berbagi & belajar bersama.. hehe..
oh iya, link 'dunia anak aneh' udah tercantum tuh di blogroll-ku..
makasih freya.. :)

lilliperry 26 November 2009 21:21  

wow.. nice info sob.. saya cuma bisa jadi modelnya doank.. hahaha :P

Pohonku Sepi Sendiri 26 November 2009 22:59  

@lilliperry : thanks sob.. :)
jadi model, boleh.. tapi nggak gampang loh.. hihihi..

ninneta 27 November 2009 04:42  

aku pake d70... lumayan loh buat pemula... hehehe.... salam kenal...

ninneta

Pohonku Sepi Sendiri 27 November 2009 09:52  

@ninneta : eh, nikon d70 bagus juga kok nin.. hehe..
salam kenal juga ya.. thanks dah singgah.. :)

rid 27 November 2009 13:45  

pengeeeenn....
kapan bisa belii,hiks..hiks.. :(

Pohonku Sepi Sendiri 27 November 2009 14:34  

@rid : ayo nabung2.. hehehe.. aku dukung doa ya.. semoga kesampaian impiannya..
makasih rid.. :)

wuri sweety blog 8 Desember 2009 17:22  

arigatou (terjemahan ngawur dari makacih) info ttg DSLR-membantu bgt...jadi lebih ngerti bisa buat pegangan kl nanya2 di Akihabara... *lam kenal pohon*

Pohonku Sepi Sendiri 8 Desember 2009 18:48  

@wuri sweety : sama2 wuri.. makasih juga sdh singgah kemari & drop komen.. :)
salam kenal juga ya.. btw, emang wuri sekarang domisili di Jepang kok mo nyari kamera di akihabara?

paraony 10 Desember 2009 22:31  

pohon salam kenal ;)
waah memang selalu menarik yah pembahasan tentang nikon vs canon ini po..
kalo boleh ngasih pr tambahan po, gimana tentang DSLR/SLR second po ?
saya amatiran yg baru mau belajar po, udah sempet nyoba canon sama nikon, tapi benar kata pohon,masih sedikit terasa perbedaanya,jadi menurut saya untuk amatir seperti saya lebih baik beli yang second dulu,maklum po,ga mau rugi,hehe. aa aja yang harus diperhatikan yah po,dn lebih baik daya tahan nikon/canon sec po?
makasih yah pohon.
two thumbs up :D

Pohonku Sepi Sendiri 12 Desember 2009 23:46  

@paraony : salam kenal juga.. :)
wah, perihal D/SLR second secara harga maap banget aku blum bisa ngasi gambaran, sob.. krn harganya fluktuatif.. blum lagi kl dptnya dari temen yg krn ganti kamera baru trus yg lamanya dijual, nah dari pengalaman biasanya bisa lbh murah tu..
utk pemilihan merk kamera second, menurutku pd dasarnya sama dgn kamera baru.. dulu pernah ada temen mo beli kamera menanyakan sebaiknya pake merk apa? pertama kutanya brp budgetnya, nah dgn budget sekian kita cari tipe kamera mana yg masuk harganya dari masing2 merk, baik itu second ato new.. setelah tau tipenya kita bandingkan di http://www.dpreview.com.. dari situ kita bisa tau jelas kelebihan & kekurangan secara teknik masing2 tipe/merk.. jika masalah hasil, aku katakan sekali lagi, semua merk sama2 bagus dgn kelebihan & kekurangannya.. utk ketangguhan tergantung penggunaan..
ingat 'man behind the gun', apa pendapatmu sob tentang seorang pejuang bersenjata bambu runcing misalnya yg ternyata bisa mengalahkan musuh lebih banyak drpd pejuang lain yg bersenjatakan senapan mesin?

adhi 13 Desember 2009 12:57  

saya save articlenya ya!!!mau beli kamera...hahahaha...

thx buat pencerahannya sob!!!

jadi lebih memahami cara memilih kamera yang baik..

hemm,,kalo dipikir2 lagi..sama kek milih tongkat sihirnya di harrypotter ya..???jadi bukan kita yang milih kameranya,,tapi kamera yang milih kita..hahahaha.. *ngayal*

Pohonku Sepi Sendiri 13 Desember 2009 14:18  

@adhi : silahkan.. sama2 sob, thanks juga utk apresiasinya..
hahaha.. kameranya yg milih kita ya? bisa aja kamu sob.. lha kalo kitanya dipilih ma D3X ato EOS 1Ds mark III, bisa bangkrut dong sob.. :)

hari Lazuardi 17 Desember 2009 17:42  

punten po.. numpang tanya..EOS 1000D kelemahannya apa ya po..dirimu menggunakan kamera apa po.. ada saran untuk type nikon terbaru tapi harga terrendah???

hari Lazuardi 17 Desember 2009 17:46  

budget 5jtan sebaiknya DSLR apa ya po? duh banyak nanya nih diriku, punten ya po...

Pohonku Sepi Sendiri 17 Desember 2009 20:34  

@mas hari : hehe.. nggak papa mas, nyantei aja.. tapi dalam urusan perkameraan aku ini masih pemula loh mas, aku coba bantu sebisanya ya..
kalo aku pake Canon EOS 50D lensa EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS..

barusan aku cek di jpc kemang, utk harga kamera dslr 5jtan merk nikon dan canon tertanggal hari ini dapat di Nikon D3000 Kit + lensa AF-S VR 18-55mm f/3.5-5.6G (bonus memory SDHC 8.0Gb) Rp 5.749.900,- dan Canon EOS 1000D / Rebel XS / Kiss F Kit + lensa EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS Rp 4.699.900,-..

ngeliat dr perbandingan itu D3000 memiliki pilihan range iso lebih tinggi hingga 3200 (with boost) daripada 1000D yg hanya sampe di angka 1600.. utk white balance (WB) D3000 juga memiliki 12 positions dibanding 1000D di 6 positions, tapi kalo utkku WB pake auto mas krn blum bisa menguasai.. tinggal nanti edit WB di photoshop.. hehe..
jarak flash (standar) D3000 hanya sampe 12m dan 1000D unggul tipis di 13m (sama2 iso 100).. utk lebih jelas perbandingan spesifikasi teknis keduanya dapat dilihat di sini..

maap sebelumnya ya mas kalo infonya masih banyak yg kurang..
semoga bisa bermanfaat.. :)

Brokoli sehat 3 Januari 2010 09:27  

pake kamera itu kayak pake kosmetik hihihih, cocok-cocokan. Saya pernah pake nicon d40 dan cocok, tapi kemudian lebih banyak bawa yang Sony H9 soalnya compact, fiturnya lengkap, ringan, dan kualitas gambarnya beda tipis sama DSLR. Berat bok, kalo bawa DSLR kemana-mana dengan lensa yang segede dosa itu

Pohonku Sepi Sendiri 4 Januari 2010 12:00  

@Brokoli sehat : hehe.. bener mbak, setuju.. memang faktor cucok2an sangat berpengaruh, yg tentu saja udah diluar jenis kameranya itu sendiri..
wah, brarti mantebh neh skill nya mbak popi.. Sony H9 kan masih masuk kategori kamera digital prosumer, tapi hasilnya bisa cuma beda tipis ma DSLR..
'man behind the gun' terbukti berlaku disini.. *salut mbak popi*

InsuranceService99 2 Oktober 2011 16:27  

Property Insurance Corp
Individual Wealth Management

kenny 3 Oktober 2011 15:03  

Buset dah harganya..

Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP