..dan pertengkaran ini belum usai

>> November 09, 2009

Old Phone
Sekotak ruang, sempit. Dalam meter 2x3,
menghimpit kursi usang beserta meja.
Lampu pijar lentik. Bercahaya
dingin mencabik. Senyap udara malam
terengah lolos dari jendela,
kecil, satu-satunya.

Seorang lelaki berhias peluh, nanar.
Dengan sebuah pesawat telepon,
tergeletak, liar bertengkar.
Mereka saling menunggu, siapa lebih dulu
menyambar. Tangan atau bunyi panggilan
sumbar.

"Ayolah, angkat tanganmu. Raih
aku. Bicaralah, sampaikan itu rindu".
Lelaki tetap mengulum diam.
"Sudahlah, aku lelah. Buat apa
kau simpan gundah? Mari, cumbui
aku dengan bibirmu. Usap
angka-angkaku. Bisikkan
padanya segala resah".
Lelaki hanya menyimpan muram.

Dan masih tak juga kuasa.
Sementara malam perlahan sirna.
Karena aku adalah luka,
dan dia sedang terlelap
dalam rengkuhan cinta.

inspired of Kenapa Berubah? by Taman Aksara Apisindica
photo by Jonah Fox

17 comments:

-Gek- 9 November 2009 07:25  

Ini mengenai perselingkuhan yah..

hehe, nebak aja.
Bagus lo nyusun kata2nya..
Mupeng mode : ON

Azhar 9 November 2009 08:03  

klo kangen bilang ajah...gak dosa kok

*sotoy mode on*

QueeniieAngeLa 9 November 2009 11:05  

kalau memang harus berakhir, maka akhiri.

kalau memang tidak ingin berakhir, tetaplah berjuang ke depan.

jangan setengah-setengah. walaupun mungkin sakit.

tetap semangat, pohon! :)

*sotoy banget dah komen gw. hihihi*

Alil 9 November 2009 12:25  

udah telpon aja..
sekali-kali ambil resiko...

*hehehe... sotoy2 mode on...

DESFIRAWITA 9 November 2009 12:58  

Ego dan gengsi emang number 1 ya... hingga mengucap rindu saja tidak sanggup.
Tapi pada akhirnya kejujuran akan lebih baik untuk menjawab segala (apa sich comment gw, asal banget...hehe...)

Apisindica 9 November 2009 13:49  

pergulatan batin yang indah. Antara keinginan untuk mengentaskan rindu dengan keinginan untuk berbuat adil dengan cinta masa lalu yang sudah termiliki orang lain.

Berikan kesempatan dirimu untuk mengentaskan rindu itu, sekali saja, setelah itu bebaskan belenggunya dan lahirlah menjadi manusia baru. manusia tanpa kesakitan rindu.

(bener nggak sih analisis Apis???)

Pohonku Sepi Sendiri 9 November 2009 15:12  

@ALL : wahahaha.. kenapa hampir semua komen di post ini ada embel2nya di belakang ya.. ada yg 'nebak' lah, yg 'sotoy' lah, yg 'wah asal neh', ato yg 'bener nggak ya'..
padahal ini phiktip loh, phiktip.. *lirik apis yg lagi melotot, dan kabuurrrr* iya deehhh, ngaakkk diingggg..

@-Gek- : woah, kesimpulan yg mengejutkan.. hehe..
menurutku ini cuma tentang 'ketidakmampuan' aja kok gek.. makasih ya, loh tapi knp malah mupeng? hihi..

@Azhar : haha.. iya deh..
di mata Tuhan seh setauku memang nggak dosa.. tapi gimana jika di mata yg mo dibilangin itu jadinya bencana.. *lebaayyy*
thanks azhar..

@QueeniieAngeLa : ah, sdh lama tidak mendengar suaramu disini, mbake.. *termenung menatap komennya*
fase itu sdh sangat lewat mbake.. sudah diakhiri, ato diakhirkan tepatnya.. yup, sdh dicukupkan..
insyaallah tetap semangat kok, perjuangan msh blum usai.. untukku, sendiri.. Ganbatte Koudasai..!! *haaalah* hihi..
makasih udah menyempatkan waktunya kesini ya mbake.. diantara kesibukan 'bikin theme baru buat blog'.. hehe.. wadohhh.. #jewer lagi

@Alil : haha.. nggak cuma sekali kol 'lil.. sebenernya udah berkali2 ngambil resikonya..
makasih ya..

@DESFIRAWITA : hehe.. manusia hidup memang bersanding tak terpisahkan dgn ego, sekecil apapun itu.. tapi ini bukan malah ego kok, menurutku loh.. hihi..
ada saatnya, tiba2 pada suatu waktu, hanya ada aku dan luka yg tertawa menganga.. nah, pada saat itulah 'ketidakmampuan' itu merajai semuanya.. jadi yah, hanya seperti itulah.. :)
makasih ya wit..

@Apis : waaaa, bener bangettt.. hihi..
tapi saat ini tampaknya takkan pernah bisa kuentaskan rindu ini bro.. mungkin nanti, entah kapan, yg pasti dalam waktu yg sangat lama.. hingga aku sendiri pun nggak tau, jika waktu itu akhirnya datang, apakah aku masih ada di dunia ini.. yg pasti, hidup terus berjalan dan waktu terus berputar.. hehe..
makasih utk 'surat ijin'-nya ya bro..^^
makasih juga utk segala masukannya..

@ALL lagi : terimakasih atas apresiasi dan keinginan teman-teman utk masih tetap ada disamping pohon..
menurutku, tulisan di atas juga bisa terjadi pada kita semua.. paling sederhananya adalah mengenai pergulatan batin 'mo telpon nda ya'..
yup, begitulah sodara-sodara..
*have a nice fate*

Clara 10 November 2009 07:12  

apa ini rindu yg tertutup rasa gengsi? hihihi...
aku suka kata"nya nih, bagus banget

Pohonku Sepi Sendiri 10 November 2009 12:31  

@Clara : hahaha.. nggak kok clara, rindu tertutup luka, mungkin.. *haiyahh* hihi..
but, it's not a big deal.. the show must go on, right? ^_^
makasih ya clara.. :)

secangkir teh dan sekerat roti 10 November 2009 18:53  

salam hangat!

Pohonku Sepi Sendiri 10 November 2009 19:55  

@secangkir teh dan sekerat roti : makasih sdh berkunjung.. salam hangat juga ya..
barusan berkunjung balik.. blognya bagus loh, simpel tapi keuren.. ^^

Bahauddin Amyasi 11 November 2009 06:09  

Luar biasa! Katanya menerjang, penuh geletar....

Ajarin aku dong!

hari Lazuardi 11 November 2009 09:00  

tak usah di tunggu jika itu luka dan jemputlah bila itu cinta..
tepikan tengkar agar luka cepat mongering..

Pohonku Sepi Sendiri 11 November 2009 13:53  

@Bahauddin Amyasi : makasih sob..
waduh, nggak kebalik neh.. hehe.. aku yg harusnya banyak belajar darimu, sob.. :)

@hari Lazuardi : siap mas hari.. hehe.. makasih utk nasehatnya ya, semoga tdk bosen menyematkan sepatah dua patah kata disini.. ^^

Ngoeg 15 November 2009 18:20  

si empunya komen2nya dah mirip orang keraton yg alus tutur katanya..ha..ha

Pohonku Sepi Sendiri 15 November 2009 18:52  

@Ngoeg : hahaha.. emang kl org kraton alus gini tutur katanya ya sob? baru tau aku..
thanks ya dah drop komen.. :D

InsuranceService99 2 Oktober 2011 16:10  

Business Insurance Services
Capital Investment Management

Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP