Yang Terindukan
>> Oktober 28, 2009
Cukup bagiku rindu akan bulan
Pada hitam pekat malam dan dingin kesunyian
Aku pun tahu Tuan..
Untuk menggapainya lah kutercipta olehMu
Tapi lelah ini pun mulai membatu
Lekat berlumut dan dipurbakan waktu
Sedangkan di atasnya, kelak bakal terukir indah
Prosa kalah dalam setiap kisah
Pernahkah Tuan?
Kau tuliskanku untuk dirindukan bulan
Ah maaf, tentu tidak bukan..
Tuan Tuhan..
Sebagai pungguk lah Kau tiupkan kehidupan
Maka, antara aku dan bulan
Hanya ada sesuatu yang
Hilang dan diinginkan
17.30 - Teluk Segoro Anak
We're meant to lose the people we love.
You could be mad as a mad dog at the way things went.
You could swear, curse the fates.
But when it comes to the end...
You have to let go.
(Movie’s dialog of The Curious Case of Benjamin Button)
photo by h.koppdelane



















23 comments:
antara kau dan bulan,
kenapa masih saja berebut takdir
ah, barangkali salah menebak...
tapi..sudahi saja tanyamu, toh bulan tetap bersinar walau malam tinggal sepenggal..
*puisinya indah.. :)
Antara aku dan bulan
Yang tersisa mungkin suratan
titian kerinduan yang tak mungkin dicapai..
bagus banget puisinya...
*salut*
@Tisti Rabbani :
mempertanyakan takdir mungkin lebih tepatnya mbak tisti.. sampai kpn pungguk hrs selalu merindukan bulannya? pungguk sdh lelah, tapi walo pungguk terus berlari menghindar, ketika menengadah bulan tetap bersinar dimanapun pungguk berada.. masih menjadi yg terindukan..
Makasih mbak tisti..
@Apisindica : yup, benar bro.. sekeras, sekuat ato bahkan segila apapun usahanya, tetap takkan pernah ada "bulan merindukan pungguknya". makasih bro..
Tuhan....terkadang aku sering lupa pada nama itu Maafkan aku Tuhannnn....
bagus banget puisinnya...
*berharap suatu saat nanti si punguk bisa mencoba untuk mencintai matahari..hehe..
eh,,tapi kalo bener2 jodoh n suratan takdir serta usaha yang keras, si punguk pasti bisa bertemu rembulan..
percaya deh...
Nice poem :)
Terkadang kita berkhayal seperti halnya pungguk yang merindukan bulan, kenapa tidak berkhayal menjadi elang saja, yang senantia kuat mengarungi batas langit atau menjadi camar yang senantiasa melintasi lautan luas.
Takdir itu siapa yang tahu, mungkin kali ini kita bisa menjadi pungguk barangkali esok bisa menjadi elang yang menjelajahi dunia
Keep spirit...!!
@ira : yup, kita terkadang lupa akan Tuhan.. padahal dariNya lah ditiupkan nafas kehidupan..
@adhi : haha.. aku suka kata2 'pungguk mencoba mencintai matahari'. bisa nggak ya?
nah tu dia, takdir dan jodoh.. semua cuma bisa kita kembalikan ke pangkuan Tuhan..
makasih ya..
@DESFIRAWITA : makasih.. :)
yup, memang benar.. knp tdk berkhayal menjadi elang ato burung camar ya?
ketika waktu telah sedemikian lama berjalan seiring rindu yg terabaikan, takkan kuasa kita tolak pungguk hidup dlm jiwa. tapi memang, esok hari sapa yg tau..
-keep smilin' for nothing-
setiap kau melihat ke atas di malam hari, kau akan melihat bulan..
seperti bulan yang akan selalu datang di malam hari.
cobalah berdamai di bawah sinarnya, setebal apapun kabut menutupinya :)
puisinya bagus.. :)
@lilliperry : makasih sob..
'berdamai di bawah sinarnya'.. suka dgn kata2 itu. bisa nggak ya lelah ini berdamai dengannya? :)
tak ada bulan tak berartilah pungguk, begitu juga tak ada pungguk bulan tak berarti. tak bisakah mereka berdamai? oh....tentu tidak tuan? sebab begitulah adanya takdir mereka...
@TRIMATRA : fiuhh, memang benar adanya.. mereka saling melengkapi, tapi takkan pernah mewujudkan mimpi..
wonderful words...
I'm speechless...
@Alil : thanks.. :)
just wanted to whisper of loneliness..
yup..tenang aja..
punguk pasti bisa..yakin deh..
om amstrong aja bisa kok menginjakan kaki di bulan..
ahahaha..
teteup semangat!!teteup berkarya!!teteup berusaha..
"semua akan indah pada waktunya.." hihi ^^
@adhi : hahaha.. setujuuuu, tetap semangat..!!
tapi om amstrong nggak bisa loh menginjakkan kaki di matahari.. hihihi..
hahahahahaha..dasar..bisa aja..
indah...keren bgt pusiisnya ^_^
ajarin dong....
@SeNjA : makasih..
puisinya senja jg keren2 kok.. kita saling belajar aja ya.. hehe..
'Tuan Tuhan'
Pasti Dia mendengarmu..
Tersentuh aku membacanya..
@setiakasih : terimakasih kawan.. amieennn.. :)
"Karna yang sampai padaku hanya sinar yang tak bisa tergenggam dan tak selalu ada, sudahlah Tuan cukup bagiku rinduku akan bulan "
puisimu selalu indah pohon.......*salut...*
@antibiotich : makasih maiank.. :)
begitu juga dgn puisi2mu, indah..
Business Insurance Services
Capital Investment Management
Poskan Komentar