Kesederhanaan Masakan Laut 'Warunge Mak Dah'

>> Oktober 16, 2009

Warunge Mak DahTuban, sebagai salah satu kota kabupaten di wilayah Jawa Timur juga dikenal dengan sebutan Kota Tuak. Tuak adalah cairan (legen) dari tandan buah pohon lontar yang difermentasikan sehingga memabukkan karena mengandung alkohol. Sehingga tak jarang di Tuban kita jumpai penjaja legen (sebelum difermentasikan menjadi tuak) sebagai minuman yang menyegarkan dan tentu saja, tidak memabukkan. Sebagai kota yang berada di pantai utara pulau Jawa, Tuban juga merupakan daerah dengan komoditi laut cukup beragam. Oleh karenanya, depot makan atau warung yang menyediakan masakan laut (seafood) juga berlimpah di Tuban. Salah satunya yang sangat digemari adalah 'Warunge Mak Dah'. Karena berlokasi di area parkir Pasar Baru Tuban, maka warung ini hanya buka pada pukul 18.00 hingga 04.00 pagi saja. Posisi tepatnya ada pada koordinat S 06" 54,237' - E 112" 3,644'. Harga yang terjangkau, keanekaragaman masakan laut yang diolah dengan bumbu tradisional serta keramahtamahan dan kesederhanaan suasananya yang tak pernah sepi ini, menjadikan daya tarik tersendiri bagi para penikmat makanan eksotik.

Kare Merah Kepala Ikan Manyun & Krengsengan Gonjang GanjingBerbagai macam menu makanan tersedia di Warunge Mak Dah. Walaupun spesialisasinya pada makanan laut, tapi di sana juga menyediakan beberapa menu makanan umum, seperti ayam goreng, telor dan menu kuah sayur, sebagai pelengkap. Terdapat juga menu makanan yang bernama Krengsengan Gonjang Ganjing, yaitu berupa tumis hati, usus, rempela dan telor muda ayam (jawa : uritan). Diolah tumis kering tanpa kuah dengan memakai bumbu tradisional yang pedas, layaknya masakan khas jawa timuran. Semua bahan tercampur jadi satu dan ketika digigit, benar-benar empuk dengan bumbu yang pas meresap. Opor Ayam, Krecek Gule & Lodeh NangkaSelain itu, untuk menu makanan umum yang lain, juga terdapat Kare Kuning Ceker Ayam yang tidak pedas, Opor Ayam, Krecek Gule dan Lodeh Nangka. Untuk menu makanan laut, salah satunya adalah Kare Merah Kepala Ikan Manyun. Pengolahannya, pertama-tama kepala ikan manyun diasapi sembari diberi bumbu, baru kemudian dimasak kare. Sehingga walaupun dalam karenya itu sendiri sudah kaya dengan bumbu, tapi untuk bagian kepala ikan juga sudah mengandung aroma yang sangat menggiurkan. Rasa yang terdapat dalam kepala ikan tersebut berpadu padan melengkapi bumbu kare pedas, menghasilkan masakan dengan citarasa tradisional yang khas.

Ulas-Ulas Ikan LautTerdapat juga menu masakan Ulas-Ulas Ikan Laut. Berbagai macam ikan dicampur jadi satu dalam masakan berkuah merah ini. Ikan yang digunakan sebenarnya tak ada batasannya, tapi biasanya di Warunge Mak Dah memakai ikan tongkol, tengiri, pari dan ikan terompah. Beda proses pengolahannya jika dibanding dengan masakan Kare Merah Kepala Ikan Manyun. Pada Ulas-Ulas Ikan Laut, semua bahan baku ikan dikukus terlebih dahulu yang sebelumnya diberi bumbu dan dibungkus dengan daun pisang. Akan tetapi daun pisang pembungkusnya tidak penuh menutupi seluruh bagian ikan. Kemudian setelah proses pengukusan, tanpa melepas daun pisangnya, ikan-ikan tersebut mulai memasuki pengolahan akhir. Berbagai rempah-rempah dan cabai tentu saja, tercampur jadi satu dengan ikan yang masih terbungkus oleh sebagian daun pisang tersebut dalam kental larutan kuah merah. Rasa ikan, yang sudah diberi bumbu pada saat pengukusan bercampur kuah pedas kaya akan rempah-rempah itu, termasuk salah satu yang digemari di Warunge Mak Dah.

Bothok Telur CumiMenu pepes yang laris manis di warung ini adalah Pepes Telor Cumi. Di Tuban, menu ini lebih dikenal dengan sebutan bothok (botok). Sebutan bothok memang banyak ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di tempat lain mungkin disebut dengan pepes, walaupun sebenarnya agak berbeda. Bahan bothok pada umumnya yang khas antara lain terdiri dari kelapa muda diparut, daun-daunan (misalnya daun kemangi, daun beluntas, daun sembukan, daun lamtoro, dll) dan biasanya dicampur dengan tahu/tempe. Bahan tersebut kemudian diberi bumbu sederhana, seperti cabai, garam, merica dan daun salam, lalu dimasukkan dalam daun pisang dan dikukus. Untuk Bothok Telur Cumi disini, bahan yang dipakai benar-benar memakai telor cumi seluruhnya, bukan dicampur dengan daging cumi. Penyajiannya sendiri, setelah dilepas dari daun pisang, dengan disiram kuah kental berwarna hitam beraroma rempah-rempah yang sangat khas dan mendukung rasa Bothok Telur Cumi-nya.

Menu masakan laut yang paling digemari di Warunge Mak Dah adalah Mangut Rajungan. Rajungan adalah binatang laut yang memiliki bentuk hampir sama dengan kepiting, karena memang masih tergolong dalam satu famili. Bedanya, kepiting kebanyakan hidup di dua alam (lautan dangkal dan daratan) sedangkan rajungan hanya hidup di satu alam saja (lautan dalam). Bentuk fisik rajungan lebih ramping dengan tempurung yang bermotif, beda dengan tempurung kepiting yang polos. Sedangkan untuk rangka luar (kulit) kepiting pada umumnya lebih keras daripada rajungan. Dengan nama latin Portunus Pelagicus, rajungan sangat kaya dengan kandungan gizi. Bahkan kandungan protein rajungan lebih tinggi daripada kepiting. Antara lain karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B1. Satu hal menggembirakan bagi penikmat makanan yang membatasi konsumsi pangan berlemak tinggi, rajungan-lah solusinya. Karena kandungan lemak rajungan sangat rendah, pun sama halnya dengan kandungan kolestrolnya.

Mangut RajunganPada menu Mangut Rajungan, pertama-tama rajungan direbus dan dibumbui dalam kondisi sudah mati. Karena ketika ditangkap dan dikeluarkan dari air, rajungan pasti langsung mati. Beda dengan kepiting yang masih bertahan hidup. Setelah dirasa bumbu cukup meresap dan daging sudah empuk, rajungan tersebut digoreng dalam minyak panas guna 'mengunci' bumbu yang telah meresap tersebut. Kemudian ditiriskan dan menunggu pembeli untuk menyantapnya. Penyajiannya, satu rajungan diletakkan pada piring kemudian disiram dengan kuah mangut kental dan pedas. Aroma yang menguar langsung menyerbu hidung begitu rajungan tersebut dihidangkan. Menjelajahi setiap bagian tubuh rajungan untuk menemukan daging yang empuk, gurih dan kaya bumbu, diikuti dengan menyendokkan kuah mangut dan sambal jika sekiranya kurang pedas ke atas nasi putih. Hmmm, rasanya sungguh 'menggila' saat ada di dalam mulut. Benar-benar menu masakan eksotik. Tak heran banyak pengunjung yang menggemari masakan Mangut Rajungan ini.

Dari kunjungan kami di Warunge Mak Dah, 'total damage' yang dihasilkan hanya 60rb saja. Perinciannya :
4 porsi nasi putih
1 porsi Krengsengan Gonjang Ganjing
2 porsi mangut Rajungan
1 porsi Bothok Telur Cumi
1 tempe goreng
1 telor asin
4 gelas es teh manis
1 gelas teh panas
Melihat banyaknya menu pesanan kami tersebut dan kerusakan yang ditimbulkan, kami menyimpulkan bahwa harga makanan di Warunge Mak Dah relatif terjangkau. Bagaimana menurut teman-teman? Ada yang tertarik dan sudah 'ngiler'? Hihihi.. Jika sedang berada di sekitaran Tuban, jangan lupa mampir ke Warunge Mak Dah untuk merasakan cita rasa masakan yang khas dan cukup eksotik.

photo by me

11 comments:

Apisindica 16 Oktober 2009 23:20  

beneran, gw mau di futuuuuuuuuuu.....keren cara motonya!

Pohonku Sepi Sendiri 17 Oktober 2009 15:50  

@Apisindica : wadoh bro, beneran kok msh amatir.. hehe..
tapi tantangan neh, jadi terpacu tuk belajar lebih banyak lagi.. thanks bro..

lilliperry 17 Oktober 2009 17:16  

kpn saya diajak..? *lap iler*

Pohonku Sepi Sendiri 17 Oktober 2009 19:42  

@lilliperry : hehehe.. awas jgn ampe netes2 loh :) next time ya sob..

Tisti Rabbani 18 Oktober 2009 02:53  

*slurrrppp*....

membayangkan lg 'nggragoti' cangkang rajungan itu..hmmm...
..hikz..lapaaaarrr!!..

kapan dong aku di traktir makan di warunge mak dah...? :D

Pohonku Sepi Sendiri 18 Oktober 2009 12:04  

@Tisti Rabbani : bener kok mbak, begitu liat rajungan yg masih dlm kondisi panas mengepulkan aroma gurih menyengat itu, pasti langsung lapar. apalagi kebanyakan dlm rajungan itu juga terdapat telornya, waahhh sedaappp..
hehehe.. semoga suatu saat nanti, aku masih diberi kesempatan buat nraktir mbak tisti.. amien.

Enno 20 Oktober 2009 09:33  

foto2nya bagus ih!
bikin aku pengen ke tuban...

:P

Pohonku Sepi Sendiri 20 Oktober 2009 14:04  

@Enno : makasih mbak enno.. ajak-ajak ya mbak kalo mo ke tuban, hehe..

adhi 25 Oktober 2009 14:16  

ehmmm,,,sorry nih sebelumnya..tumben liat makanan kayak itu...

beneran enak gak sih??

alnya di foto tidak terlalu meyakinkan..hehehe...

tAPi dari ceritanya kayaknya enak ya..

lengkap pula infonya,,,mantap!!haha..

situ koki ya??

Pohonku Sepi Sendiri 26 Oktober 2009 00:23  

@adhi : kalo buat aku seh enak & eksotik, krn pengolahan seafood dgn memakai bumbu tradisonal.. memang diliat dr warung & penempatan masakannya berkesan sangat sederhana jika dibandingkan dgn sekelas restoran/warung rumahan..
aku bukan koki, cuma penggemar kuliner aja..
tapi utk rasa seh kembali ke selera masing-masing ya.. jika buatku enak & menarik, sdh lebih dari cukup sbg syarat utk kubagi info buat temen2..

InsuranceService99 2 Oktober 2011 16:20  

Property Insurance Corp
Individual Wealth Management

Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP