Awal Perjalanan..

>> Oktober 01, 2009

Central Station

hari ini kuditemui pagi
setelah sekian lama tak sua
berkarib dingin menusuk, dan temaramnya
lahirkan bayang bibir gigilmu

pagi ini kudisapa hujan
entah sudah berapa tahun tak datang
memeluk basah bergulir, dan rintiknya
beranakkan angan elok parasmu

pada gerimisnya temaram sudut peron
di awal perjalananku lari darimu
ah, kenapa masih juga kubawa rindu?

06.30 - Central Station


ps. :
tuhan, tolong bunuh rinduku
sebelum kuterbunuh oleh waktu..



photo by me

DeviantArt

9 comments:

Tisti Rabbani 2 Oktober 2009 05:16  

rindu yang terbawa lari
rindu yg tak bertepi..
menikam sekali ya?..

QueeniieAngeLa 2 Oktober 2009 10:10  

yang terkadang lebih menyesakkan adalah rindu yang tak bisa dikatakan..

Apisindica 2 Oktober 2009 10:17  

WOW..luar biasa, mengalir indah kata-kata dan maknanya.

kadang rindu hanya bisa dibawa lari,
menggelantung dalam relung sanubari,
tak minta dienyahkan, tapi tak juga minta dikabulkan...

teruskan tulisan-tulisannya pohon! inspiratif!

Pohonku Sepi Sendiri 2 Oktober 2009 21:25  

@Tisti Rabbani : Ah, mba' tisti.. Tepat sekali, kutertikam rindu bertubi-tubi. Bahkan ketika telah kubawa diriku menjauh, tapi kenapa rindu tak jua kunjung luruh?
Makasih buat komennya..

@QueeniieAngeLa : Iya mbake.. Sangat menyesakkan, bahkan terlalu menyesakkan malah. Ada seseorang pernah berkata, "Tahukah kau, tempat apakah yang paling sunyi? Yaitu sebuah hati tanpa cinta. Dan tahukah kau pekerjaan apakah yang paling berat? Yaitu melupakan orang yang dirindunya". Cliched, but true!
Makasih mbake..

@Apisindica : Trims bro.. Sungguh baru pada saat itu aku bisa bangun pagi, terpaksa bangun pagi tepatnya. Karena ngejar jadwal kereta. Hehe.. Ada perjalanan yang harus kulakukan bro, sebuah pencarian yang tak jua kunjung usai. Mana ternyata hujan turun pertama kalinya lagi, setelah sekian lama kemarau panjang melanda. Pagi dan hujan, dua hal yang selalu kuhindari, karena pasti berujung pada seseorang.
Diantara baju dan berbagai barang keperluan yang saling berdesakan dalam 'backpack', duh.. bagaimana aku tak bisa menemukan sebuah rindu yang terselip disana pada saat itu?
Thanks udah drop komen bro..

lilliperry 3 Oktober 2009 08:38  

nyasar kemari ..:D

tuhan, tolong bunuh rinduku
sebelum kuterbunuh oleh waktu..

sepertinya memang membekas banget itu rindu.. :)

Pohonku Sepi Sendiri 3 Oktober 2009 14:25  

@lilliperry : Thanks sebelumnya dah mampir & drop komen. Perasaan pernah bertautlah yg sangat membekas sob. Memang terkadang waktu membunuh semua yg ia mau. Tapi ketika sudah tak ada lagi yg tertaut disitu, rindu pun tak kan pernah kalah cepat dari waktu utk membunuhmu.

@all : Maap sebelumnya ya mba'-mba' dan mas-mas, aku akhir-akhir rada telat buat update blognya. Sembari jalan soalnya, tak jarang juga bertabrakan sama kondisi fisik & koneksi daerah setempat. Makasih buat pengertiannya..

TheSecretAdmirer 6 Oktober 2009 18:10  

aku jatuh cinta pada blogmu....

banyak blog aku baca
banyak puisi aku selami
tapi hanya blog mu lah
yang cocok di hati

baru kali ini aku jatuh cinta sama tulisan, herannnn.....

Pohonku Sepi Sendiri 7 Oktober 2009 08:12  

@TheSecretAdmirer : Wah senengnya. Thanks banyak buat apresiasinya ya.. :) Sekedar ingin berbagi tentang sisi lain kisah kehidupan. Syukurlah jika bisa berarti dan bermanfaat buat yang lain.

InsuranceService99 2 Oktober 2011 16:32  

Toronto Real Estate
Business and Finance

Related Posts with Thumbnails

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP