"Hidup ini indah" Kata mereka..
>> Juli 03, 2009
Masih di malam yang sama. Malam yang hitam, bukan hanya gelap, buatku. Yang pasti tidak sama dengan malam-malam mereka. Malam dimana mereka sedang bercanda dengan orang tua dan saudara, bergosip ria dengan teman, malam mereka buat jalan-jalan, yah jalan-jalan sekedar window shopping-lah, makanlah ato nonton film di bioskop mungkin. Dan yang pasti bukan malam milik mereka yang sedang malu-malu berbincang dengan penuh penasaran dan kasih sayang. Karena malamku, malam yang hitam, sepi sendiri dan sunyi. Malam yang berantakan, seperti suasana hatiku ini sejak berhari-hari yang lalu.Sekarang pun masih sama. Kulewati malam dengan sangat terpaksa. Waktu pun rasanya tak segera beranjak. Beda dengan waktu buat mereka yang sedang bahagia, rasanya tak terasa dah di penghujungnya. Melakukan apa saja buatku seakan tak berarti malam ini. Bahkan melakukan sesuatu yang menjadi kegemaranku. Semua seperti masuk telinga kanan keluar telinga kiri, masuk mata kanan keluar mata kiri (halahh..). Tidak ada satupun yang bisa menentramkanku. Gelisah, gundah, dan makin berantakan. Malas ngapa-ngapain. Tak bersemangat. Lemah. Mungkin rasanya masih lebih baik dari orang sakit tak sadarkan diri berbulan-bulan yang tak punya gairah untuk bangkit lagi.
Sedangkan perasaanku. Mungkin lebih parah kurasa. Ada yang menekan dada ini, sesak. Terkadang pedih bergantian dengan nelangsa, muncul bergantian. Tak berhenti dan berulang-ulang. Sebuah pesan, baru saja masuk dari seseorang yang kuharapkan. Aku senang, sesaat. Tapi setiap mengingat dia, ato lebih tepat lagi perbuatannya. Langsung sakit yang akut melanda nda karuan. Ampun sudah. Tempat mengadu pun tidak ada. Apalagi untuk berbagi. Hanya aku, dia dan tentu saja Tuhan Sang Sutradara Maha Besar yang tau.
Pernah aku membaca tulisan seorang teman yang kukenal tapi mungkin dia tidak mengenalku :
"Saya bukan mau minta maaf, karena bukan waktunya menghakimi siapa yang salah.. tapi sejujurnya saya menyesal.. Saya menyesal karena dia harus merasa kecewa.. menyesal karena dia jadi harus bertanya.. Menyesal karena saya gagal menjaga perasaanya.. Saya menyesal karena dia menahan marah.. walopun dia mengatasi marahnya dengan baik, sangat baik malah.. Dia menghargai perkataan saya, menghargai perasaan saya.. Malahan saya yang jadi lebih emosi ;p Saya marah karena saya tau sebenarnya dia lebih marah lagi.. Menahan sesuatu itu pasti berat, pasti ga nyaman, pasti sakit.. dan saya marah untuk ketidaknyaman dan sakit yang dia tahan.."
Waow, sebuah pengakuan sangat lugas. Sebuah introspeksi diri yang sangat jujur. Diluar tulisan itu nyata ato nda, tapi membuatku kagum.
Kita tidak pernah menyadari kapan pastinya kedatangan seseorang dalam hidup kita, yang kemudian mengisi hari-hari kita dengan tawa, canda, bahagia atau bahkan pilu dan sedih. Kita pun masih tidak menyadari sejak kapan orang itu telah menjadi bagian dari setiap detik nafas yang kita hirup dan hembuskan. Tapi kita tahu pasti kapan orang itu akhirnya telah pergi. Dengan penuh sesal dan kata terlambat. Seperti sebuah kata bijaksana, "kau takkan pernah tau kapan akan jatuh cinta, tapi akan selalu ingat kapan kau kehilangan."
Kita memang mahluk tidak sempurna hidup di dunia yang tak sesempurna yang kita kira. Kita dibekali waktu oleh Sang Sutradara untuk dimaknai dan diisi. Banyak orang berkata, hidup adalah perjuangan. Perjuangan mencari nafkah, mengejar cita-cita atau mewujudkan impian. Ada juga yang bilang, hidup adalah kehilangan. Kehilangan ditinggal mati, ditinggal kekasih hati atau kehilangan jati diri dan akal sehat. Buatku, saat ini, jujur, hidup adalah siksaan. Yang tidak bisa kulalui untuk memaknai waktuku lagi. Yang walau aku bersedia melakukan apapun juga tetap tidak bisa kurengkuh untuk menggapai mimpi. Bukan sebuah contoh ideal buat mereka-mereka yang menikmati hidup.
Anyway.. Apakah terlalu berlebihan jika kuminta pada Sang Sutradara untuk menghentikan saja waktuku?
"Hei.. Hidup ini indah!!" Kata mereka.
Iya memang, untuk kalian.
Tapi untukku?
photo by Massimo Valiani


















1 comments:
Real Estate Value
Business Financial Services
Poskan Komentar